
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Gelombang pertama character building Pelatda Jabar dibuka oleh Kadispora Jabar Asep Sukmana di Dodik Bela Negara, Cikole Lembang, Senin (19/2/2024). Setiap gelombang yang berjumlah 3 gelombang rata-rata diikuti 300 sampai 400 peserta.
Harapan utama dari dilaksanakannya character building adalah atlet-atlet memiliki mental petarung yang tangguh. Character building kali ini berbeda dengan periode sebelumnya karena pada character building kali ini ada pos and free test psikologi.
“Saya mendapatkan beberapa informai ternyata pos and free test psikologi diperlukan juga oleh teman-teman pelatih dan cabor untuk mengetahui local by basis persoalan-persoalan keatletan,” ujar Ketua Umum KONI Jabar Budiana disela-sela acara character building.
Budiana mengatakan, character building pergelombang dilaksanakan selama 3 hari setelah itu istirahat 2 hari. Kemudian dilaksanakan gelombang kedua dan ketiga dengan istirahat dua hari.
Istirahat diperlukan untuk Dandodik dan anggota menyiapkan tempat atau barak-barak yang telah digunakan gelombang sebelumnya. Budiana mengatakan ada beberapa cabor yang tidak mengikuti character building misalnya cabor bola voli. Pelatda cabor inipun dilakukan secara mandiri di klub volinya masing-masing. Ada juga cabor menembak yang tersebar, bahkan ada yang diluar negeri. Begitu pula dengan cabor catur.
“Kami memberikan kekhususan terhadap tiga cabor tersebut untuk tidak mengikuti kegiatan character building. Selain itu ada juga cabor bridge dan biliar yang atletnya boleh dikatakan tidak muda lagi, oleh karena itu tidak diharuskan mengikuti character building,” ujar Budiana.
Untuk mengganti character building bagi cabor yang diberi kekhususan itu, koordinatior Satlak dan tim sudah menyiapkan treatment lain. Selaku ketua KONI Jabar, Budiana respek terhadap persoalan ini. Jadi tidak akan mungkin tidak lolos dari mekanisme penyiapan atlet-atlet tangguh diluar character building.
“Mesk demikian, sekitar 80 sampai 90 persen atau 80 an cabor yang akan diberangkatkan ke PON nanti menginginkan digelar character bulding ini karena sangat bermanfaat untuk mengembleng mental atlet,” tutur Budiana.
Dengan jargon “Mun Keyeng Pasti Pareng” yang berarti keseriusan adalah menjadi hal utama untuk mencapai keberhasilan. Tanpa keseriusan mustahil berhasil.
“Mental atlet itu seumpama berhadapan dengan lawan yang lebih tangguh, maenya teu bisa keyeng, nanti moal pareng atuh,” ucap Budiana.
Harapan besar warga Jabar – tutur Budiana, tentu kontingen Jabar masih bisa mempertahankan gelar juara umum sekaligus mencetak hattrick di PON XXI mendatang. Dan prasyarat untuk itu satu diantaranya character building.
Setelah itu akan ada evaluasi langsung pelaksanaan Pelatda. Bagaimanapun KONI Jabar harus mempertanggungjawabkan kepada Pemprov Jabar, DPRD Provinsi, terutama kepada rakyat Jabar dari apa yang diterima dalam bentuk dana hibah. Dan pertanggungjawaban yang langsung dirasakan adalah prestasi. (den)





