Jeda Diantara Penggiat Literasi dan Minat Baca yang Terpuruk
Oleh Bambang Prakuso. MENYEDIHKAN -- perhatian pemerintah terhadap dunia literasi. Saya mengenal beberapa penggiat literasi yang menghabiskan waktu, tenaga, biayanya sendiri untuk membuka taman-taman bacaan. Bahkan ada yang mengorbankan kepentingan keluarganya. Namun sayang, pemerintah kurang bahkan tidak peduli. Seolah itu bukan wewenang dan tanggung jawab mereka. Dari ratusan orang, mungkin cuma 1 atau 3 saja yang diberi penghargaan oleh penerintah, agar terlihat seolah pemerintah peduli pada literasi di Republik ini. Padahal ratusan orang menangis darah, karena idealisme mereka. Kok ratusan bukan ribuan? Orang idealis di bidang literasi di Indonesia, bisa...