BELUM lama ini, kita disuguhkan lagi kabar perceraian dari selebritas Tanah Air, mulai dari Zumi Zola sampai yang teranyar Laudya Chintya Bella. Dalam perceraian orangtua, anak kerap menjadi korban. Kalau sudah begini, bagaimana cara menjelaskan perceraian pada anak?
Mengapa Penting Memberitahukan Anak soal Perceraian?
Di banyak keluarga, anak-anak hanya diberi sedikit sekali informasi tentang perceraian. Beberapa orangtua berasumsi, bahwa anak akan tahu dengan sendirinya di masa mendatang. Sebagian lagi beralasan ingin melindungi anak-anak mereka dari masalah perceraian. Dengan kata lain, mereka berharap sang anak tak mengikuti jejak orangtuanya dengan tidak mau membeberkan masalah yang sebenarnya. Padahal, memberitahukan perceraian kepada anak-anak penting dilakukan. Ketika mulai memahami, kebanyakan mereka menjadi lebih menerima perubahan drastis dalam hidup mereka.
Hanya saja, orangtua terkadang memberi tahu anak-anak terlalu banyak tentang penyebab perceraian mereka. Seringkali, untuk mendapatkan kepercayaan dan “dukungan”, orang tua menceritakan keburukan atau kesalahan yang dilakukan pasangan. Efeknya, cerita-cerita tersebut dapat terus terbawa hingga mereka dewasa. Nantinya dapat menimbulkan trauma atau kebencian pada salah satu orangtua. Anda tentu tidak ingin anak memiliki perasaan ini pada orang tuanya, bukan?
Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, tidak pada semua usia harus dijelaskan masalah perceraian. Anak-anak biasanya akan bisa memahami hal ini pada usia 7 tahun. Namun begitu, Ikhsan menambahkan, anak-anak tetap penting diberikan pengertian soal perceraian orangtuanya.
Benarkah Anak Sebenarnya Paham Alasan Orangtua Bercerai?
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah anak sebenarnya paham alasan kalau orangtua bercerai? Menurut Ikhsan, hal ini sebenarnya tergantung usia anak. Jangankan bercerai, dia menambahkan, saat orangtua sedang ada masalah saja, anak akan tahu dan merasakan. Ini bisa terlihat dari perilaku dan emosi sehari-hari yang dimunculkan oleh orangtuanya. “Anak yang sudah paham tentang perceraian biasanya usia di atas 7 tahun. Tapi biasanya anak tahu kalau orangtuanya lagi ada masalah kelihatan dari perilaku atau emosi yang ditampilkan orangtuanya,” ungkap Ikhsan.
Sementara itu, anak yang usianya lebih besar biasanya akan mengerti soal alasan bercerai orangtuanya. Hanya saja, belum tentu mereka menerima alasan tersebut. “Tapi kalau anaknya sudah lebih besar tentu bisa diberitahu alasan bercerai dan mengerti, tapi mereka belum tentu menerima apa yang menyebabkan orangtuanya bercerai,” kata Ikhsan.
Cara Menjelaskan Masalah Perceraian Berdasarkan Usia
Ada teknik dalam menjelaskan perceraian pada anak, yang berbeda di tiap jenjang usia. Menurut Ikhsan, jika ingin menjelaskan masalah perceraian pada anak, Anda mesti pintar-pintar melihat momen dan kepribadian si anak. “Misalnya pada anak sampai remaja, itu jelaskan dengan bahasa yang sederhana saja, tidak usah berbelit terlalu banyak alasan ke sana-ke sini. Nanti malah jadi buat bingung anak, yang penting fakta dan penyebab konkretnya,” saran Ikhsan.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan, akan tiba masanya Si Kecil merasa sedih bahkan sangat sedih sebagai dampak perceraian pada anak. Nah, itulah waktu di mana Anda harus terus mendampingi anak dan memvalidasi perasaan sedih yang dirasakan. “Jelaskan juga kalau setelah kejadian ini akan ada perubahan yang terjadi. Tapi orangtua tetap perlu menjelaskan, bahwa anak akan tetap diperhatikan dan diberikan kasih sayang (dan ini harus sesuai dengan tindakan nyatanya),” jelas Ikhsan.
Apalagi cara menjelaskan perceraian pada anak? Berikut tekniknya berdasarkan usia:
- Menjelaskan pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun
Menjelaskan perceraian pada anak usia ini sangat sulit. Anak-anak pra-sekolah membutuhkan penjelasan sederhana dan konkret. Tetap berpegang pada dasar-dasar: orang tua mana yang akan pindah, di mana anak akan tinggal, siapa yang akan menjaganya dan seberapa sering dia akan melihat orangtua yang lain. Bersiaplah untuk pertanyaan-pertanyaan dari anak. Lantas, cara menjawab pertanyaan anak tentang perceraian tersebut? Berikan jawaban singkat dan jelas, lalu tunggu apakah ada lebih banyak pertanyaan atau tidak. Jangan berharap satu kali percakapan bisa membuat mereka mengerti, sebaiknya rencanakan beberapa pembicaraan singkat.
- Anak Usia 6-11 Tahun
Menjelaskan perceraian pada anak usia ini, orang tua harus memperhatikan ketakutan, kecemasan, kemarahan, dan juga kesedihan. Beberapa anak akan menunjukkan tanda-tanda yang lebih jelas tentang ketakutan akan kehilangan orangtua, atau keluarga yang tidak lengkap lagi.
- Usia 12-14 tahun
Ketika masuk usia remaja, mereka biasanya akan lebih mudah menunjukkan kemarahan soal perceraian. Mengamati suasana hati anak adalah suatu hal yang paling penting untuk dilakukan. Orangtua harus menjaga komunikasi tetap terbuka untuk mengurangi kemungkinan masalah-masalah emosional. Anak-anak dalam kelompok usia ini dapat lebih sulit dijangkau, dan terkadang mereka bertindak seolah-olah tidak ingin dihubungi. Namun, sebagian besar remaja dan praremaja masih membutuhkan dan mendambakan hubungan yang baik — dengan orangtua. Jadi, teruslah berkomunikasi dengan mereka.
Perceraian tak pernah mudah, termasuk pada anak. Beberapa cara menjelaskan perceraian pada anak di atas sesuai usia dapat menjadi panduan Anda. Hal yang terpenting, tetap jalin komunikasi yang baik dan sediakan waktu kapan saja anak membutuhkan. Berkonsultasilah dengan profesional, seperti psikolog, apabila Anda atau anak membutuhkan bantuan lebih lanjut pasca-perceraian.**(Penulis: Krisna Octavianus Dwiputra/Sumber: Klikdokter/bnn/jit)



