

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS.ID —Visi dan misi Dilans Indonesia ingin menciptakan masyarakat inklusif dimanapun berada dan tidak terbatas geografi. Lokal, nasional, bahkan internasional adalah arena advokasi dan literasinya. Terlebih Presiden Dilans Indonesia, Farhan Helmy, dan beberapa penggeraknya mempunyai jejak dan pengetahuan yang mumpuni dibidangnya masing-masing.
Berbagai latar belakang ini kemudian terhubungkan dalam berbagai isu yang lebih luas dalam konteks keberlanjutan dan inklusi sosial.
Perhatian ini tentunya tidak membuat Dilans Indonesia tergoda untuk menjalankan semuanya sendirian.
Berbagai upaya kolaborasi dilaksanakan dengan banyak pihak dikarenakan keterbatasan sumberdaya organisasi. Namun tetap menggali gagasan dan terus berinovasi agar isu disabilitas dan keberlanjutan masuk kedalam berbagai organisasi dan komunitas untuk secara inheren bertransformasi agar inklusif.
Salah satunya melakukan literasi dan advokasi kepada Indonesia Pastry Alliance Indonesia Chef Association (IPA), Ikatan Praktisi Kuliner Indonesia, dan para anggotanya.
Chef mempunyai peran penting dalam merubah perilaku pada level individu bahkan tempat dimana mereka berprofesi berbagai layanan jasa dan produk kuliner. Dampak dan pengaruh ini luar biasa kepada rantai pasok bahan baku yang akan diolah dan prosesnya diharapkan rendah emisi dan menggunakan bahan kemasan yang dapat didaur ulang.
Bagi warga difabel dan lansia (#Dilans) adanya makanan sehat yang “gluten free” adalah yang sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga stamina agar kondisi fisiknya terus menurun.
Demo baking bersama Chef Ucu Sawitri kemarin, adalah salah satu upaya yang luar biasa dan perlu diperluas secara masif. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin bersama komunitas UMKM, dihadiri sekitar 50 orang peserta yang juga aktif dalam komunitas yang konon jumlah nya lebih dari 250 orang.
Terimakasih atas undangannya dan memberi waktu untuk Dilans Indonesia memperkenalkan diri sekaligus mengajak komunitas ini untuk menjadi bagian dari gerakan untuk percepatan dalam mewujudkan masyarakat inklusif di Indonesia, khususnya di Bandung Raya. **(RM/BNN)





