Kehamilan

Waspada, Ini Tanda-tanda Keguguran Saat Trimester Ketiga

312views

KEGUGURAN adalah situasi yang tidak menyenangkan bagi pasangan suami istri. Mengalami keguguran saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga pun membuat seorang ibu lebih berisiko merasakan adanya gangguan, baik secara emosional maupun fisik.

Keguguran pada trimester ketiga atau stillbirth menjadi hal yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini hanya terjadi sebanyak 1 -2 persen kehamilan yang dialami. Sebaiknya ketahui berbagai penyebab yang bisa memicu keguguran di usia kehamilan ini dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai berikut ini!

Penyebab Keguguran Saat Trimester Ketiga

Keguguran bisa dialami oleh siapa saja sebelum kehamilan memasuki usia 12 minggu. Namun, saat keguguran terjadi diatas usia kehamilan 12-20 minggu, kondisi ini dikenal dengan istilah late miscarriage. Sedangkan, jika ibu mengalami keguguran atau bayi meninggal di dalam kandungan saat usia kehamilan di atas 24 minggu, kondisi ini dikenal dengan istilah stillbirth. Kondisi ini bisa disebabkan akibat adanya kelainan pada perkembangan janin, seperti misalnya masalah genetik atau kelainan kromosom.

Selain itu, kondisi trauma pada ibu juga bisa menyebabkan stillbirth. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol saat hamil juga bisa meningkatkan risiko keguguran saat trimester ketiga. Jadi, perhatikan gaya hidup dan kebiasaan selama menjalani kehamilan. Ibu juga perlu perhatikan beberapa penyakit kronis yang bisa meningkatkan risiko stillbirth, seperti:

• Preeklamsia.
• Gangguan tiroid.
• Diabetes.
• Infeksi.

Waspada Tanda-tanda Keguguran saat Trimester Ketiga

Ada beberapa tanda yang perlu Bunda waspadai sebagai gejala stillbirth atau keguguran di trimester ketiga, seperti:

• Tidak merasakan adanya pergerakan janin dalam kandungan.
• Perdarahan atau bercak darah dari vagina.
• Kram pada bagian perut bawah atau punggung belakang.
• Muncul jaringan atau lendir dari vagina.
• Kelelahan.
• Pusing.

Segera kunjungi rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Pemeriksaan juga perlu dilakukan untuk memastikan adanya stillbirth pada ibu hamil. Biasanya, kondisi ini akan didiagnosis saat detak jantung tidak ditemukan ketika pemeriksaan menggunakan ultrasound. Jika dipastikan Bunda mengalami keguguran, maka persalinan bisa dilakukan untuk mengeluarkan bayi dan plasenta. Persalinan bisa dilakukan baik secara pervaginam maupun operasi caesar.

Lakukan Perawatan Secara Fisik dan Mental

Tentunya hal ini bukanlah situasi yang mudah bagi seorang ibu untuk dilalui. Namun, pastikan Bunda tetap menjalani pemeriksaan sesuai dengan saran dan anjuran dokter.
Lakukan perawatan untuk fisik agar keluhan kesehatan setelah menjalani persalinan dapat diatasi dengan baik. Selain itu, pastikan kesehatan mental orang tua tetap diperhatikan agar tidak semakin parah.

Jika kesedihan ini menyebabkan berbagai gangguan, seperti gangguan tidur hingga kualitas hidup menurun, jangan ragu untuk mengunjungi psikolog agar kondisi ini bisa diatasi secara tepat. Jangan khawatir, Bunda bisa memiliki kesempatan untuk menjalani kehamilan secara sehat. Namun sebelum itu, pastikan kondisi kesehatan fisik dan mental dalam kondisi yang optimal.

Tidak ada salahnya untuk memastikan penyebab stillbirth yang sebelumnya untuk mencegahnya kembali terjadi di kehamilan selanjutnya. Lakukan pemeriksaan secara rutin sebelum merencanakan kehamilan, lakukan gaya hidup sehat, hentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, serta penuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Bunda bisa menjalani kehamilan dengan sehat dan terhindar dari keguguran.**(Artikel di atas sudah ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim/Sumber: Halodoc.com)

Leave a Response