Daerah

7 Warga Meninggal, Pemkab Garut Tetapkan KLB Difteri

176views

Garut, BANDUNG POS.ID – Didiagnosis akibat penyakit difteri, tujuh orang warga meninggal dunia di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.

Terkait merebaknya penyakit tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut pun menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penetapan KLB Difteri dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati (Kepbup) Garut nomor 100.3.3.2/KEP.91-DINKES/2023, tanggal 20 Februari 2023.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyebut, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, hingga saat ini memang ada tujuh orang meninggal dunia yang didiagnosis akibat terserang difteri.

Selain itu, sebut Rudy, per hari Minggu (19/2/2023) ada delapan orang warga Pangatikan yang melakukan isolasi mandiri dan tiga orang dirawat di rumah sakit.

Difteri merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri Corynebacterium Diphteria, yang ditandai dengan gejala batuk akut, demam, lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening selaput lendir.

Menurut Rudy, penyebab merebaknya difteri ini salah satunya akibat beberapa korban tidak divaksin lengkap untuk imunisasi difteri.

“Saya sudah tandatangani bahwa difteri di Kabupaten Garut dinyatakan kejadian luar biasa, dan ada yang meninggal dunia. Itu akibat mereka tidak mendapatkan vaksin sejak awal,” kata Rudy.

Ia mengatakan, di daerah tersebut punya kepercayaan tidak perlu divaksin. Namun degan adanya kejadian tersebut, pihaknya akan melakukan vaksin difteri kepada anak-anak di Kabupaten Garut.

Untuk tahap pertama, menurut Rudy, vaksinasi difteri akan digelar secara massal di Kecamatan Pangatikan pada Senin pekan depan. Setelah itu dilakukan se-Kabupaten Garut.

“Nanti saya akan pimpin pada hari Senin depan. Itu akan dilakukan secara massal terhadap anak-anak balita sampai dengan anak-anak di bawah 9-10 tahun. Nah nanti kita akan lakukan se-Kabupaten Garut,” kata Rudy.

“Sekarang ini difteri menyerang anak-anak di bawah 15 tahun, makanya dilakukan gujes (penyuntikan vaksin difteri) dulu ya, datang ke sekolah-sekolah, jadi kalau di sini dari Dinkes itu ini usia 2 bulan sampai dengan 15 tahun,” imbuhnya

Sekretaris Dinkes Garut, dr Leli Yuliani nenyebut, pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi suspek kasus difteri di Kampung Cilegong, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan.

Pihaknya menyarankan untuk melakukan isolasi dan pembatasan aktvitas pada terduga kasus, meyiapkan evakuasi rujukan kasus ke rumah sakit rujukan bilamana terjadi perburukan, melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada kasus terduga difteri dan profilaksis pada kontak erat dengan kasus.(SR/BP)

Leave a Response