Kolom Media Lawas
Oleh Kin Sanubary
HARIAN Umum Prioritas terbit sejak 2 Mei 1986 menjadi surat kabar harian pertama di Indonesia yang tampil berwarna. Sayangnya usia Prioritas tidak lama, karena surat izin terbitnya dicabut oleh pemerintah dan SIUPP-nya dibekukan oleh rezim Orde Baru pada 29 Juni 1987.
Penutupan media massa oleh pemerintah ketika itu menjadi hal yang biasa dilakukan, pembredelan media massa seringkali terjadi. Penguasa Orde Baru terlalu represif terhadap pers yang berani dan kritis terhadap pemerintah. Pada 29 Juni 1987 Prioritas ditutup setelah sebelumnya Harian Umum Sinar Harapan ditutup pemerintah untuk kesekian kalinya. Surat kabar Prioritas dirintis dan didirikan oleh tokoh pemuda Surya Paloh yang kemudian mendirikan Media Indonesia. Penyebab ditutupnya Prioritas karena menurunkan berita yang dianggap mendiskreditkan pemerintah diantaranya headline berita Prioritas “Utang Luar Negeri 6,5 Triliun Jatuh Tempo” mendapatkan peringatan keras dari Menteri Penerangan.
Kehadiran Prioritas yang berwarna di halaman muka dan belakang, membedakan Prioritas dengan koran-koran yang sudah ada. Prioritas edisi Minggu tampil dengan lay-out yang enak dipandang mata dan tata letak artikel yang menarik bagi pembaca.
Halaman muka Prioritas menurunkan berita dan foto-foto wajah artis yang tidak asing lagi bagi dunia hiburan tanah air. Ketiga artis menghiasai halaman 1 diantaranya profil penyanyi rock wanita Renny Jayusman, Euis Darliah dan si cantik Fitria Elvy Sukaesih.
Sebagai coverstory Renny Jayusman, penyanyi rock wanita yang lahir di Semarang 2 Januari 1959. Gaya dan penampilan Renny cukup eksentrik dan menarik perhatian. Renny mulai mengenakan aksesoris sejak tahun 1972. Bagi Renny musik rock sama dengan dirinya. Renny bertekad sejak tahun 1981 hingga entah sampai kapan akan tetap mengenakan aksesoris yang beratnya mencapai 4 kg, bila dihitung ada sekitar 60 buah aksesoris yang dikenakannya. Adapun aksesoris itu didapat dari berbagai negara yaitu India, Arab, Thailand, Amerika Latin dan beberapa negara lainnya juga dari berbagai tempat di dalam negeri.
Euis Darliah rockerwati asal Bandung yang populer dengan lagu “Apanya Dong” kini sering tampil di layar kaca. Euis Darliah sibuk mengikuti syuting rekaman untuk paket Lebaran TVRI. Euis Darliah hadir bersama anaknya yang bernama Christy. Di operet “Sana Lebaran Sini Lebaran” yang disutradarai oleh Titik Puspa, Euis Darliah berperan menjadi seorang pengemis, bajunya compang-camping, rambutnya acak-acakan dan kakinya borokan. Di Operet Lebaran ini Euis senasib dengan artis lainnya yang berperan sebagai pengemis dan gelandangan yaitu Renny Jayusman, Anggun C Sasmi dan rocker nyentrik Gito Rollies.
Fitria Elvy Sukaesih
Parasnya yang cantik dan mirip sekali dengan ibunya yaitu Umi Elvy Sukaesih. Wajah, tubuh, potongan rambut dan gayanya persis dengan Si Ratu Dangdut. Dalam Operet Lebaran yang diproduksi oleh Persatuan Artis Ibukota (Papiko) pimpinan Titiek Puspa tampil untuk mengisi acara di TVRI. Adapun artis-artis yang tergabung dalam Papiko turut hadir dan berperan aktif dalam Operet Lebaran tersebut. Diantaranya yaitu Elvy Sukaesih, Renny Jayusman, Euis Darliah, Fitria Elvy Sukaesih, Vina Panduwinata, Minati Atmanegara, Anggun C Sasmi, Titi Dwi Jayati, Bob Tutupoly, Harvey Malaihollo dan Gito Rollies.
Operet Lebaran yang mengambil judul “Sana Lebaran Sini Lebaran” tampil untuk disiarkan pada Hari Raya Idul Fitri di TVRI. Operet Lebaran ini didukung oleh artis-artis yang tergabung dalam Papiko pimpinan Titiek Puspa yaitu Elvy Sukaesih, Renny Jayusman, Euis Darliah, Vina Panduwinata, Titi DJ, Fitria Elvy Sukaesih, Anggun C Sasmi, Minati Atmanegara juga Bob Tutupoly, Harvey Malaihollo dan Gito Rollies.
Pesawat Merpati Jatuh. Pesawat jenis Twin Otter milik maskapai penerbangan Merpati Nusantara dengan nomor registrasi PK-NUW jatuh sekitar pukul 11.55 WITA. Pesawat jatuh terbakar di Desa Golonilu, sekitar 45 km dari Bandar Udara Satar Tacik, Ruteng Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur. Delapan orang tewas termasuk 4 awak pesawat, semuanya tewas seketika. Pesawat naas dengan nomor penerbangan MZ 3127 diterbangkan oleh Kapten Pilot I Made Cakra Negara (31) dibantu Co-pilot Amun Rafik (31) dan juru mesin Soni Nata Kusuma sedangkan empat korban yang meninggal yaitu Ny Ming Mei, Wim Wahib, Ir Kristopo Rudi dan Kurt Omeisen warga negara Swiss.
Piala Dunia Bulutangkis Beijing ’87
Harapan Indonesia untuk bersaing dalam babak final Kejuaraan Dunia Bulutangkis ke-5 yang berlangsung di Capital Gymnasium, Beijing RRC kandas. Icuk Sugiarto takluk dihadapan pemain tuan rumah yang sudah 7 kali sebelumnya saling bertarung, yaitu Yang Yang. Disaksikan 18.000 penonton yang memadati stadion, Icuk Sugiarto menyerah straight set 11-15 dan 5-15 dalam waktu 46 menit.
Prioritas menampilkan profil grup musik asal AS, Miami Sound Machine dengan vokalisnya yang cantik Gloria Estefan yang sedang hits dengan lagu yang berjudul “Conga” Grup band Miami Sound Machine akan mengadakan konser musik di Balai Sidang Senayan.
Surat kabar Prioritas edisi Minggu hadir menyajikan rubrik-rubrik yang menarik dan artikel yang ringan menemani pembaca di hari libur. Seperti kolom olahraga, musik, film dan dunia hiburan. Resensi kaset, kaset video dan film-film yang diputar di bioskop-bioskop di Ibukota Jakarta. Resep dan hidangan masakan, lembaran anak-anak, sahabat pena, cerita pendek, humor dan karikatur. Ruang komunitas filateli, dokter jaga, acara televisi dan ulasan film-film seri yang tayang di TVRI dan top chart tangga lagu-lagu yang sedang hits di Indonesia baik tembang pribumi atau pun mancanegara.
Semoga dengan mengulas kembali surat kabar Prioritas edisi tahun 80-an bisa membuka kembali berbagai peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia dan menjadi topik berita ketika itu.*
Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, bermukim di Kabupaten Subang, Jawa Barat.





