Kolom Sosial Politik
Oleh Ridhazia
VIDEO ritual yang diduga menganut ajaran sesat di Kampung Cibuluh, Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, viral di media sosial. Apalagi ritual yang dikemas agama tertentu menyertakan anjing hitam. Sesuatu yang aneh. Konon, apabila makin banyak dijilat oleh anjing itu akan makin banyak mendapat rezeki.
Lebih aneh lagi, kuburan yang digunakan untuk ritual itu kuburan bohongan. Dalam video itu, sejumlah orang tengah konsentrasi membaca doa mengelilingi kuburan. Kuburan itu ternyata hanya tumpukan batu bata yang dibentuk seperti makam keramat. Mungkin, untuk menambah ritual lebih sakral.
Pemimpin ritual Aliyudin mengaku ritual itu cuma “tipu- tipu”. Ia juga kemudian bertobat dihadapan MUI setempat. Anjing hitam yang muncul dalam video itu, kata dia hanyalah hewan peliharaan biasa. Tidak terkait dengan ritual yang dilakukannya.
Heresi
Aliran sesat — disebut dalam bahasa Yunani sebagai heresy, hairresis yang artinya adalah pilihan keyakinan atau faksi dari pemeluk yang melawan — merupakan pandangan atau doktrin teologis yang dikemas untuk memercayai hal yang gaib. Orang-orang yang meyakini ajaran sesat biasanya tidak menganggap bahwa keyakinan yang ia anut adalah sesat.
Itu sebabnya kata sesat hanya pandangan sepihak yang berbeda diantara sekte- sekte tertentu. Sehingga, munculah anggapan kalau ajaran sesat sebenarnya tidak memiliki arti sepenuhnya yang objektif. Kategorisasi sesat hanya muncul akibat perbedaan, bahkan kompetisi diantara tokoh-tokoh sekte dalam melayani jamaahnya sekaligus pelanggannya.
Ada-ada saja…*
Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial-politik, bermukim di Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung.





