Opini

Harian Pagi Mandala Edisi 23 Januari 1990

470views

Kolom Media Lawas
Oleh Kin Sanubary

HARIAN Pagi Mandala edisi 23 Januari 1990 terbitan 33 tahun silam, hadir dengan wajah baru dan berformat tabloid dengan harga eceran Rp 250, terbit dengan 24 halaman.

Harian Pagi Mandala merupakan salah satu surat kabar legendaris yang terbit di Bandung dan beredar luas di Jawa Barat.

Mandala terbit sejak 7 Desember 1969 didirikan oleh beberapa orang jurnalis senior; H Krisna Harahap, Surya Susila, Rustandi Kartakusumah dan Mochammad Romli.

Harian Mandala tercatat sebagai surat kabar harian pertama di Jawa Barat yang dicetak “offset” suatu lembaran baru di bidang grafika pers. Adapun motto surat kabar Mandala yaitu “Tunjukkan Yang Salah, Benarkan Yang Benar”.

Memasuki tahun 1990, Mandala tampil dengan gaya baru. Bentuknya berukuran tabloid, tak lebar seperti sebelumnya (broadsheet). Meskipun demikian Mandala tetap hadir dengan ciri khasnya yaitu menampilkan berita-berita seputar hukum dan kriminalitas. Korannya gampang dibuka, isinya bagus, khas dalam gaya dan akurat dalam berita.

Mandala menjadi sumber informasi, meliput kejadian-kejadian nasional dan internasional. Berita dan informasi seputar dunia selebritias dan hiburan, cerita pendek, lelucon serta karikatur.

Penampilan tata letaknya manis, enak dibaca, gampang dimengerti dan halamannya penuh berwarna.

Berita Utama ONH Tahun 1990 Naik

Menteri Agama H Munawir Syadzali menyampaikan informasi bahwa ONH tahun 1990 berkisar Rp. 5.459.000 hingga Rp. 5.768.000. Sedangkan ONH tahun sebelum nya tahun 1989 yaitu sebesar Rp. 5.150.000.

Persib

Seluruh pemain Persib Bandung memasuki pemusatan latihan. Para pemain Persib ditampung di Gedung Puscadnas (Pusat Cadangan Nasional) Bandung. Persib akan melawan musuh bebuyutannya Persija Jakarta di kandang lawan. Pertemuan dengan Persija menjadi penentuan bagi Persib. Bila Persib menundukkan Persija akan membuka jalan bagi Persib untuk meraih tiket ke babak final.

Anita Sarawak

Penyanyi terkenal asal negeri jiran Singapura, Anita Sarawak mengadakan pertunjukan dan hadir menghibur warga Bandung. Anita Sarawak merupakan mantan istri penyanyi legendaris Indonesia, Broery Pesulima. Anita tampil di Studio East Bandung dengan diiringi oleh dua orang musisi negro yaitu Ivory Pernell Smith dan Kevin Marcelle Turner dari kelompok The American Dream.

Anita Sarawak terkenal dengan lagu “Tragedi Buah Apel” kini tinggal di Las Vegas, Amerika. Lagunya yang terbaru berjudul “Asmara” direkam di Kuala Lumpur Malaysia. Anita Sarawak meraih sukses di Asia Tenggara, Amerika Serikat dan Eropa.

Dorce Gamalama

Bintang hiburan yang sedang naik daun Dorce Gamalama yang bernama asli Dedi Yuliardi kini sedang laris manggung di berbagai perhelatan. Dorce marah besar ketika salah satu fotonya dimuat tanpa busana di sebuah tabloid terbitan ibukota Jakarta dan agar media tersebut meminta maaf. Dorce kini terkenal dan menjadi top, banyak mendapatkan tawaran manggung dan menandatangani kontrak untuk 100 show. Selain sibuk show dari panggung ke panggung, Dorce juga sibuk syuting film pertamanya. Sebelumnya Dorce telah mengeluarkan album kasetnya yang perdana berjudul “Cintaku Kendor di Jalan”

Saha Eta

Rubrik “Saha Eta” menampilkan artis pendatang baru, gadis cantik bernama Neta. Nama lengkapnya Neta S Mutiawati
mojang Priangan yang bercita-cita menjadi pramugari. Harapannya kandas karena giginya tak rata, akhirnya dia memilih dunia modelling dan menjadi seorang foto model. dara jelita kelahiran Bandung, 12 November 1970 dengan tinggi 164 cm dan berat badan 54 kg ini menimba ilmu di Inter Model Studio Bandung. Foto manisnya diabadikan oleh jurnalis foto senior, Agus Ardjito.

Rubrik Tetap

Adapun kolom atau rubrik tetap yang selalu hadir di Harian Pagi Mandala yaitu Surat, Aih, Lagak, Saha Eta, Mimbar, Bisnis, Bandung Raya, Jawa Barat, Selintas, Nasional, Internasional, Cerpen, Komik, TTS, Olahraga, Bioskop Bandung Hari Ini. Juga menampilkan jadwal acara TVRI, jadwal perjalanan kereta api dan penerbangan, daftar telepon penting, rumah sakit dan apotek jaga di Kota Bandung.

Semoga dengan mengulas kembali surat kabar lawas Mandala terbitan Bandung bisa membuka kembali peristiwa dan kejadian yang pernah menjadi berita di Bandung tempo doeloe.*

Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, bermukim di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Leave a Response