Kolom Sosial Politik
Oleh Ridhazia
PUBLIK dibingungkan oleh pernyataan Ibu Megawati. Antara lain mulai masalah petugas partai, “sikrempeng” kepada Presiden Jokowi, masalah manusia pendek (stunting) dan terakhir masalah pengajian ibu-ibu.
Sudah Lansia
Ketua Umum PDIP itu termasuk sudah lanjut usia. Putri Bung Karno ini kelahiran Yogjakarta tahun 1947.
Menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seseorang disebut lansia sejak usia 60-74 tahun ( elderly), lanjut usia tua (old) antara 75-90 tahun dan usia sangat tua (very old) di atas 90 tahun.
Hal yang sama diatur PP Nomor 88 Tahun 2021 tentang Kelanjutusiaan. Yang dimaksud Lanjut Usia (lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.
Pelupa!
Sebagian lansia secara alami akan mengalami penurunan fungsi kognitif. Kondisi tersebut tidak dapat dicegah. Otaknya akan menciut. Akibatnya, terjadi penurunan kualitas memori.
Kondisi tersebut paling sering terjadi pada wanita. Sebagai akibat pengaruh peran hormon terhadap perubahan fungsi kognitif. Terutama kemampuan memori yang pada gilirannya memengaruhi mood sehari-hari.
Semakin signifikan penurunannya, maka akan semakin tinggi kekacauan pikirannya. Hal itu terjadi karena ada proses regresi (kemunduran) pada otaknya.
Penelitian membuktikan memori jangka panjang seorang lansia lebih baik ketimbang memori jangka pendeknya. Itu sebabnya seorang lansia sangat senang menceritakan pengalaman-pengalamannya masa dulu ketimbang menceritakan kehidupan di masa sekarang. Ceritanya itu pun diulang-ulang.
Beberapa lansia kemungkinan tidak suka untuk mengakui kesalahannya. Malah egois. Merasa paling benar sendiri. Sudah kesulitan mendengar atau memahami percakapan. Tetap kalau berbicara selalu dengan artikulasi yang jelas.
Rawatlah..
Dari berbagai rujukan, lansia yang kerap mengesalkan mesti dimaklumi. Tak perlu dianggap serius. Apalagi dimasukan ke dalam hati.
Pahamilah saja. Sebab sewaktu-waktu, siapapun jika berusia panjang akan berada di dalam posisi lansia yang serupa dengan segala problematikanya.
Dan, negara harus merawatnya.*
Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial-politik, bermukim di Panyawangan, Kabupaten Bandung.





