Bandung Raya

Ramadlan 2023 Seperti Sebelum Pandemi Covid-19

174views

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – “Ramadlan Sebentar Lagi”, kiranya itu adalah perumpamaan yang saat ini menggebu dalam benak umat muslim. Betapa tidak, pencabutan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pada awal tahun 2023 menjadi awal baru paskapandemi bagi umat muslim Indonesia dalam melaksanakan ibadah puasa.

Pada saat pandemi, terlebih ketika kebijakan penanganannya seperti PSBB dan PPKM diberlakukan, seluruh kegiatan masyarakat dibatasi hanya diperuntukan bagi kegiatan yang berkaitan dengan layanan logistik, kesehatan, dan ekonomi saja. Kegiatan masyarakat dalam melaksanakan ibadah pun terkena imbas kebijakan tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Agung pada saat ditemui tim redaksi di Masjid Al-Jabbar beberapa waktu yang lalu, mahasiswa Fakultas Psikologi Unjani itu menuturkan bahwa pada saat pandemi terdapat penurunan esensi dalam beribadah, khususnya saat berpuasa di bulan Ramadlan.

“Puasa waktu itu (saat pandemi, red.), kerasa banyak kurangnya pas puasa. Jumlah jamaah tarawih dibatasi karena harus melakukan social distancing (jaga jarang dalam kerumunan, red.), terus banyak lagi nilai yang kurang pas momen ramadlan selama itu,” ujarnya.

Selain itu, dirinya tidak bisa merasakan nuansa ngabuburit seperti tahun-tahun sebelum pandemi. Ia menilai bahwa pandemi berdampak pada ekonomi masyarakat secara makro.

“Yang beda lagi pas nyari takjil sore-sore, itu beda banget. Tahun sebelumnya banyak yang jual takjil tapi mungkin karena pandemi jadi imbas juga ke ekonomi para pedagang karena gak ada modal buat usahanya, jadi jarang pisan (sekali, red.) yang jual takjil,” ungkapnya.

Ketika tim redaksi mengulas soal pencabutan kebijakan PPKM, Agung yang memiliki hobi futsal ini beranggapan bahwa puasa Ramadhan nanti dapat mengembalikan esensi dan nuansa Ramadlan seperti puasa sebelum adanya pandemi.

“Bagus itu (pencabutan PPKM, red.), apalagi sekarang masyarakat lebih butuh kepastian regulasi buat kembalikan kondisi ekonomi masing-masing, mereka bisa jualan takjil pas puasa nanti dan bisa mengembalikan suasana Ramadlan kayak tahun sebelum adanya pandemic,” tutupnya.

Di balik itu semua, meski PPKM telah dicabut, namun masing-masing dari kita tetap harus menyadari bahwa Virus SARS Cov2 yang menjadi penyebab pandemi Covid-19 masih ada di sekitar kita. Tetap patuhi protokol kesehatan agar kualitas ibadah selama Ramadlan nanti tetap terjaga. (Lingga/bp)

Leave a Response