Guru-guru honorer asal Garut yang lulus seleksi PPP3 2022, dibatalkan, usai adanya pengumuman Dirjen GTK no 1199/B/GT.00.08/2023 tentang Pembatalan Penempatan Pelamar P1 (Prioritas Satu) pada Seleksi ASN P3K Tahun 2022.
Garut,BANDUNGPOS.ID: Fungsionaris DPP Golkar, Holil Aksan Umarzein prihatin guru-guru honorer asal Garut yang lulus seleksi PPP3 2022, dibatalkan, usai adanya pengumuman Dirjen GTK no 1199/B/GT.00.08/2023 tentang Pembatalan Penempatan Pelamar P1 (Prioritas Satu) pada Seleksi ASN P3K Tahun 2022.
Menururnya, peristiwa itu menjadi tamparan bagi semua. Holil menegaskan bahwa guru yang profesional dan kompeten merupakan komponen kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Pengangkatan dan penempatan guru honorer menjadi PPPK itu upaya agar memiliki guru yang profesional. Jadi, dari kejadian ini kami bisa mengukur sampai di mana komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme guru,” ujarnya, .
Dia pun menyayangkan besarnya anggaran pendidikan dan riuhnya jargon pemerintah mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) tak didukung oleh sistembirokrasi yang efektif dan efesien. “Birokrasinya masih ruwet. Lalu, kalau ada masalah, semua saling lempar tanggungjawab,” katanya.
Holil pun mengakui jika urusan pembangunan SDM bukan hanya tanggungjawab lembaga eksekutif, melainkan para wakil rakyat di lembaga legislatif pun harus aktif melakukan pengawasan terhadap Kementerian Pendidikan dan Kementerian PAN RB.
“Para wakil rakyat dan tokoh-tokoh masyarakat wajib melakukan advokasi agar SK penempatan para guru honorer tak jadi dibatalkan. Jadi, semua stakehokder ikut terlibat sesuai dengan porsi masing-masing. Bukankah kami ingin segera menjadikan besarnya jumlah penduduk Jawa Barat sebagai Human Capital?,” katanya.** (rm/bp)





