Opini

Barang musiman itu : POLITISI!

140views

Kolom Sosial Polotik
Oleh: Ridhazia

POLITISI Indonesia asyik sendiri dengan mewacanakan perkoalisian. Satu partai dengan partai lainya sedang masuk musim merumuskan formula bagaimana berkuasa dan bagaimana pula menafikan kekalahan atas lawan koalisi lain.

Barang musiman

Politisi ibarat barang musiman. Barang yang hanya mempunyai permintaan tinggi pada musimnya. Lakunya sesaat saja. Jika sudah melewati waktunya, langsung menghilang dari peredaran.

Itu pula yang memosisikan politisi seumpama barang langka. Mungkin juga mahal harganya. Itu pula yang mungkin menjadi alasan Will Rogers berpendapat kalau menjadi politisi itu mahal, bahkan untuk kalah kontestasi pun harus mengeluarkan banyak uang.

Serba salah!

Politik itu kata komedia asal Amerika Serikat Groucho Marx (1890-1977) sebagai “seni mencari masalah, dan mendiagnosisnya secara salah, sekaligus menerapkan solusi juga salah”. Sebab pada dasarnya, politik itu tak lebih sebagai perselisihan kepentingan yang menyamar sebagai kontes prinsip. Padahal senyatanya menyulap urusan publik untuk keuntungan pribadi.

Ada benarnya pernyataan Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte (1769-1821) bahwa dalam politik “kebodohan bukanlah cacat”. Dan, tak berlebihan kalau kemudian fisikawan populer Albert Einstein (1879-1955) sempat menimpal “kalau politik lebih sulit daripada fisika!”. Serba tidak jelas dan tidak pasti ketika harus dirumuskan.

Seorang politikus itu seumpama air raksa: jika Anda mencoba untuk menyentuh dia, Anda tidak akan menemukan apa pun di baliknya, kata Profesor Austin O’Malley (1858-1932). *

Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response