Kriminalisasi Orang Dengan Gangguan Jiwa di Sumedang
Lima hari kemudian, Riki ditemukan meninggal dunia pada Senin 3 April lalu. Polres Sumedang menyebut pihaknya memburu mobil tersebut, mobil yang identik dengan yang dituturkan saksi mata di kawasan Dano. Petugas BPBD Sumedang tengah mengevakuasi jenazah seorang pria ODGJ di Kampung Dano, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang, Senin dini hari.
Sumedang, BANDUNGPOS.ID:– Warga Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang banyak yang menyaksikan pengurus Yayasan Abadi Bina Mentari mencopot stiket bertuliskan ODGJ atau singkatan dari Orang Dengan Gangguan Jiwa yang menempel pada mobil Grand Max putih. Mobil itu diduga yang digunakan yayasan tersebut untuk membuang Riki Nugraha (35 th) pria berkerterbelakangan mental ke kawasan Jembatan Dano, Kecamatan Sumedang Utara pada 28 Maret 2023 malam, sekitar pukul 22.00. WIB.
Lima hari kemudian, Riki ditemukan meninggal dunia pada Senin 3 April lalu. Polres Sumedang menyebut pihaknya memburu mobil tersebut, mobil yang identik dengan yang dituturkan saksi mata di kawasan Dano. Petugas BPBD Sumedang tengah mengevakuasi jenazah seorang pria ODGJ di Kampung Dano, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang, Senin dini hari.
“Dicopot yang tulisan di mobilnya, itu enggak kelihatan betul sih tulisan ODGJ nya dilepas karena saya lihatnya dari depan, ya ada aktivitas melepas itu,” kata Itep Dani Nugraha (40), warga Desa Sukaratu Itep yang rumahnya berseberangan dengan Yayasan mengatakan, mobil yang dilihatya itu terparkir pada salah satu rumah yang disewa oleh pihak yayasan untuk praktik penyembuhan mental dengan 70 pasien. Ada dua rumah yang disewa. Letaknya berdekatan hanya terpisah RT. “Yang melihat ada aktivitas pelepasan stiker, bukan hanya saya saja, warga lain pun banyak yang lihat karena tengah ngumpul di rumah saya,” kata Itep.
Kedua rumah tersebut telah kosong. Telah ditinggalkan pengurus dan pasiennya. Warga melihat ada aktivitas pemindahan pasien, pengurus, dan barang-barang di rumah tersebut pada Senin malam, mulai pukul 22.00 hingga dini hari.
Milyana, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Sukaratu mengatakan hal senada, bahwa dia melihat sejumlah pengurus melepaskan stiker ODGJ dari mobil Grand Max itu.
“Grand Max putih ya ada tulisan ODGJ. yang waktu saya kedatangan orang Polres, minta diantar ke situ mobil itu tidak ada. Katanya lagi dipakai ke Jawa,” kata Milyana.
Dia menjelaskan, warga di sekitar yayasan melihat orang-orang yayasan mencopot stiker itu pada Kamis malam.
“Setiap hari kerap terparkir dua unit mobil di Yayasan, satu di antaranya mobil Grand Max itu. Setelah viral dan sebelum mereka pindah, kedua mobil itu tidak terlihat lagi,” ucapnya. .**(Koes/BP)





