Opini

Asyik beda LEBARAN!

176views

Kolom Sosial Politik
Oleh: Ridhazia

BAGAIMANA akal sehat Walikota Pekalongan dan Walikota Sukabumi ketika memutuskan tidak memberikan izin kepada jemaah Muhammadiyah untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1444 Hijriyah pada 21 April 2023 mendatang di lapangan kedua kota ini, meski endingnya diizinkan pula setelah viral dalam perdebatan publik.

Sedangkan seorang bijak mengatakan, akal sehat itu sederhana. Yakni, meletakan sedikit perasaan pada akal agar lembut. Dan, letakan sedikit akal pada perasaan agar lurus.

Beda itu biasa!

Itu sebabnya, tidak ada yang salah dengan perbedaan.Yang bermasalah adalah keegoisan sang manusia saja dalam memandang perbedaan.

Kata seorang bijak : ” Jika Anda membenci perbedaan, Anda sejatinya membenci seluruh manusia karena semua manusia diciptakan berbeda, tak ada yang sama, bahkan anak kembar.” Dan, jika Tuhan tidak menciptakan perbedaan, maka manusia tak akan pernah belajar sesuatu. Mungkin juga tidak akan menemukan sebuah solusi yang lebih baik. Sekaligus tidak pernah belajar tentang sudut pandang yang baru.

Sebuah pengalaman

Perbedaan melaksanakan idul Fitri pernah terjadi beberapa kali. Pada tahun 1992 (1412 H), ada yang berhari raya Jumat (3 April) mengikuti Arab Saudi, yang Sabtu (4 April) sesuai hasil rukyat NU, dan ada pula yang Minggu (5 April).

Demikian juga penetapan awal Syawal juga pernah mengalami perbedaan pendapat pada tahun 1993 dan 1994. Bahkan pada tahun 2011 pernah terjadi perbedaan yang menarik. Dalam kalender resmi Indonesia sudah tercetak bahwa awal Syawal adalah 30 Agustus 2011. Tetapi sidang isbat memutuskan awal Syawal berubah menjadi 31 Agustus 2011. Sementara itu, Muhammadiyah tetap pada pendirian semula awal Syawal jatuh pada 30 Agustus 2011.

Hal yang sama terjadi pada tahun 2012, dimana awal bulan Ramadhan ditetapkan Muhammadiyah tanggal 20 Juli 2012, sedangkan sidang isbat menentukan awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012. *

Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response