Opini

Sebegini Biaya NYAPRES

169views

Kolom Sosial Politi
Oleh: Ridhazia

JANGAN membayangkan enaknya menjadi presiden. Dibalik posisi prestisius itu ada duit yang harus mengalir deras. Tekanan psikologis yang berat. Selain kelelahan yang berkepanjangan. Mungkin saja pada gilirannya berpotensi menjadi pengutang. Entah utang uang. Atau, utang jasa kepada para pendukungnya.

Sebegini…

Presiden terpilih faktanya bukan hanya urusan ideologi atau popularitas tokoh yang dicalonkan. Juga yang terbesar dan mengubah kesuksesan menuju Istana karena dukungan kekuatan kapital (capital) yakni modal uang tunai. Pendek kata, perolehan dukungan yang melimpah signifikan dengan sukses capaian kemenangan.

Hal ini setidaknya telah dibuktikan dari Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) selama pemilihan umum 2019.

Terungkap bahwa dana kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga yang mencapai Rp 213,2 miliar terlalu kecil, bahkan hanya sepertiga dari dana kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf yang menembus Rp 606,7 miliar.

Rupiah yang terdistribusikan selama persiapan dan pelaksanaan kampanye tersebut bukan hanya berasal dari dana paslon. Sebagian lainnya, bahkan terbesar dari urunan kekelompokan pendukung dan dana partai politik. Tentu saja, sumber lain yakni dari pengusaha yang bersepakat dengan partai politik.

Jadi jangan (sekadar) mimpi..*

Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukin di Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Leave a Response