Kolom Mahasiswa
Oleh: Lisa
KEHIDUPAN pernikahan adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan komitmen yang erat. Akhir-akhir ini fenomena nikah muda dan tingginya angka perceraian telah menjadi sorotan perdebatan yang hangat.
Mengapa banyak pasangan yang menikah pada usia muda rentan untuk bercerai? Berikut beberapa faktor yang dapat menjelaskan hal ini.
1. Kematangan Emosional dan Pengalaman Hidup Terbatas
Nikah pada usia muda sering kali terjadi ketika seseorang belum sepenuhnya matang secara emosional. Mereka mungkin belum memiliki pengalaman hidup yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan pernikahan. Kekurangan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menangani konflik dan mengatasi perbedaan.
2. Harapan yang Tidak Realistis
Pasangan yang menikah pada usia muda seringkali memiliki harapan yang tidak realistis terkait pernikahan. Mereka mungkin memiliki gambaran romantis tentang kehidupan pernikahan yang ideal, tanpa mempertimbangkan tantangan dan pengorbanan yang sebenarnya dibutuhkan. Ketika harapan tidak sesuai dengan harapan mereka, pasangan ini cenderung kecewa dan sulit bertahan dalam hubungan tersebut.
3. Kerbatasan Keuangan dan Pendukung Sosial
Nikah muda sering kali terjadi di masa-masa ketika pasangan belum membangun stabilitas finansial yang cukup atau belum memiliki jaringan pendukung sosial yang kuat. Keterbatasan keuangan dapat menimbulkan tekanan tambahan dalam pernikahan, sedangkan kurangnya dukungan sosial dapat mengakibatkan isolasi dan kesulitan dalam mengatasi masalah pernikahan.
Perlu dicatat bahwa tidak semua pernikahan pada usia muda berakhir dengan perceraian. Beberapa pasangan muda juga berhasil membangun hubungan yang kuat dan langgeng. Faktor-faktor diatas hanya menyebutkan beberapa potensi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas pernikahan.
Lisa, mahasiswa Profi Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, bermukim di Kota Bandung, Jawa Barat





