Bandung Raya

Pasar Sehat Banjaran tak Sekadar Pembangunan Pasar Sehat

261views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Pasar Sehat Banjaran merupakan program yang terencana dan telah tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2026.

Kemudian didukung dengan kajian sosial ekonomi, kajian desain DED (detail engineering design) tahun 2010, master plan th 2021, dan th 2022 serta appraisal perluasan lahan th 2011, appraisal lahan dan bangunan th 2022, appraisal perluasan lahan th 2022, dan kajian kontribusi th 2022.

Kepala Disdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan, rencana pembangunan Pasar Sehat Banjaran ini tidak semata-mata membangun pasar yang sehat dan representatif mnelainkan juga merupakan bagian dari penataan Kota Banjaran Kabupaten Bandung.

“Kondisi sekarang yang masih menjadi persoalan diantaranya masalah kemacetan, PKL dan penanganan sampah. Hal inilah yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan pembangunan Pasar Sehat Banjaran yang lebih representatif bagi para pedagang dan untuk menampung PKL-PKL yang ada di luar pasar sehingga kondisi pasar menjadi lebih sehat, nyaman, aman, dan tertib,” tutur Dicky dalam keterangannya, Kamis (25/5).

Menurutn dia, pembangunan Pasar Sehat Banjaran telah dilakukan melalui mekanisme pemanfaatan barang milik daerah dengan investasi swasta yaitu melalui pola BGS (Bangun Guna Serah) sesuai yang diatur dalam Permendagri No. 19 tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah yangng mana saat sudah ditetapkan mitra BGS yang dimenangkan oleh PT Bangun Niaga Perkasa yang saat ini sudah masuk dalam tahapan verifikasi pendaftaran dan penyerahan kunci TPBS (Tempat Penampungan Berdagang Sementara),” kata Dicky.

Selanjutnya, ia sebut akan dilaksanakan relokasi atau perpindahan dari kios/lapak lama ke penampungan sementara yang sampai saat ini ia bersyukur warga pedagang Pasar Banjaran yang sudah melakukan pendaftaran dan pengambilan kunci sebanyak 950 pedagang dari 1.406 pedagang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan Pasar Sehat Banjaran melalui mekanisme BGS sudah sesuai dengan tahapan-tahapan yang diamanatkan regulasi yaitu Permendagri No. 19 tahun 2016.

“Dari tahapan-tahapan rencana pembangunan Pasar Banjaran ini sudah kita lakukan sosialisasi kepada warga pedagang Pasar Banjaran, sebelum dan sesudah lelang investasi. Kami dari pemerintah daerah serta mitra BGS siap memberikan penjelasan dan memberikan layanan jika ada warga pedagang yang memerlukan penjelasan teknis.
“Kami pun berharap agar warga pedagang Pasar Banjaran tidak bertanya atau berkonsultasi kepada pihak yang tidak berkompeten supaya lebih jelas dan tidak ada miss komunikasi di lapangan,” tuturnya.

Lebih lanjut Dicky mengungkapkan, permasalahan di kawasan Pasar Banjaran dan upaya serta perhatian pemerintah daerah dalam melakukan penataan kawasan Kota Banjaran.

“Bangunan Pasar Banjaran pasca kebakaran kondisinya kurang layak, sehingga perlu ada upaya revitalisasi,” katanya.

Ia menyebutkan, banyaknya PKL di sekitar pasar terminal dan di pinggir-pinggir jalan sehingga para PKL itu harus diakomodir di pasar yang direvitalisasi.

“Lalu lintas dan fungsi terminal terganggu. Dengan harapan ke depannya lalu lintas lebih tertata dan terminal lebih berfungsi,” ujarnya.

Kemudian, kata Dicky, penumpukan sampah baik yang berasal dari pedagang pasar, PKL maupun warga sekitar pasar juga masih menjadi permasalahan.

“Dengan harapan ke depannya sampah tertangani dan terkendali dengan adanya penataan kawasan kota itu,” ujarnya.

Menurut Dicky, terkait dengan gambaran umum pembangunan Pasar Sehat Banjaran dan rencana pembangunan. Di Pasar Sehat Banjaran nantinya dapat menampung 1.233 pedagang, terdiri atas 818 kios, 265 lapak, dan 150 PKL.Ia pun mengungkapkan rencana tahapan pembangunan, mulai pembersihan lahan eks tempat penampungan sampah sementara (TPSS), pembangunan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS), pembangunan pasar, dan relokasi pedagang.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan tentang harga kios/lapak, disesuaikan dengan kemampuan pedagang (melalui musyawarah).

“Pasar yang dibangun akan mengakomodir pedagang Pasar Banjaran dan para pedagang lain, termasuk PKL yang berada di sekitar pasar dan terminal Banjaran,” katanya.

“Dengan pembangunan Pasar Sehat banjaran, diharapkan kondisi pasar menjadi lebih sehat, kemacetan terurai, terminal lebih teRtib dan masalah sampah dapat tertanggulangi secara baik,” katanya.(akn/BP)

Leave a Response