Kolom Mahasiswa
Oleh: Lidya Marliana
PENGGEMAR Coldplay kini tengah bergembira, pasalnya grup band asal Inggris ini akan menggelar konser di Jakarta pada 15 November mendatang. Hal ini dapat dilihat dari terjual habisnya tiket Coldplay seharga belasan juta dalam hitungan menit saja.
Dengan adanya konser ini tentu saja berdampak baik pada ekonomi kreatif Indonesia, yang tentu saja akan mendapat pemasukan dengan nominal yang tidak sedikit.
Namun ditengah antusiasme para penggemar, kini terdengar beberapa suara penolakan akan berlangsungnya konser ini. Salah satunya dari Persaudaraan Alumni 212 dan sebagian pengurus MUI.
Hal ini diduga disebabkan karena Coldplay merupakan penganut Ateisme juga mendukung gerakan LGBT, yang tentu saja bertentangan dengan agama dan Pancasila.
Beberapa pihak tersebut juga mengatakan akan menyetujui digelarnya konser ini bila pemerintah bersedia menjamin konser berlangsung tanpa adanya kampanye LGBT.
Lidya Marliana, mahasiswa Prodi Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, bermukim di Kota Bandung, Jawa Barat





