
METRO BANDUNG, bandungpos.id – Sebanyak 16 asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Islam Bandung (Unisba) dan empat asesor dari LSP di luar Unisba mengikuti kegiatan Recognition Current Competency (RCC) 2024 di sebuah hotel di bilangan Cihampelas Kota Bandung. Kegiatan dilakukan selama dua hari secara offline (luring). Bertindak sebagai Master Asesor Tri Darawanti Roesfian (MET. 000.000329.2006) dan Gunadi (MET. 000.000459.2007).
Menurut Ketua LSP Unisba Dr. Kiki Zakiah kegiatan RCC ini dilakukan setiap tiga tahun sekali sebagai bentuk perpanjangan lisensi para asesor di lingkungan LSP Unisba.
“Jadi, bagi asesor yang sudah melakukan kegiatan asesmen minimal 6 kali maka bisa mengikuti RCC sebagai semacam upaya upskill untuk memperpanjang lisensi asesor. Melalui kegiatan ini aturan baru yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tahun 2023 disosialisasikan. Contohnya pada kegiatan RCC kali ini ada perubahan beberapa form yang digunakan pada kegiatan asesmen,” ungkap Kiki.
Hal itu dibenarkan oleh Master Asesor Tri Drawanti Roesfian yang menyebutkan bahwa penggunaan form baru harus mulai disosialisasikan di semua LSP.
“Pihak BNSP memberikan batas waktu hingga Oktober 2024 agar semua LSP menggunakan aturan baru BNSP,” jelas Anti.
Demikian juga menurut Anti, para asesor yang usia lisensinya sudah mencapai tiga tahun harus mengikuti kegiatan RSS agar bisa menjalankan kegiatan asesmen sebagai asesor.
Perluas Kerjasama
Saat ini menurut Kiki Zakiah jumlah asesor yang di LSP Unisba sebanyak 79 asesor yang berasal dari berbagai Program Studi yang ada di lingkungan Unisba.
“Skema yang sudah dimiliki LSP Unisba sebanyak 28 skema aktif (dari 53 skema yang sudah disusun). Dari jumlah sebanyak itu yang sudah diverifikasi lagi oleh BNSP sebanyak 6 skema sementara sisanya masih dalam proses verifikasi. Tanggal 30 Januari mendatang kami sebagai pengelola LSPU diminta untuk ke BNSP sehubungan dengan proses verifikasi skema. Semoga hasilnya positif,” lanjut Kiki.
Selain itu LSPU pada 23 Desember 2023 yang lalu mengadakan kerjasama dengan LSP TIK Global yang melakukan asesmen Skema Operator Komputer Muda sebanyak 150 orang. Juga kerjasama dengan LSP Digimind yang mengadakan asesmen Skema Digital Marketing sebanyak 80 orang. Juga dengan LSP Akuntansi mengadakan kerjasama uji kompetensi perpajakan sebanyak 20 orang. Dan tak lupa menggandeng LSP Assalam mengadakan uji kompetensi Penyelia Halal.
Ada pun materi yang disampaikan pada RCC hari pertama adalah Kebijakan Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), Teori Merencanakan Aktivitas dan Proses Assesmen, Teori Melaksanakan Asesmen, dan Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen. Sementara hari keduanya materi praktik dijadikan sebagai tugas pribadi untuk semua peserta, dilanjutkan dengan Asesmen Calon Asesor (ACA).
“Tujuan instruksional umum kegiatan RCC ini adalah melakukan asesmen kompetensi terhadap asesi dengan menggunakan tugas dari LSP. Nah, tujuan instruksional khususnya menjelaskan cara merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen. Jadi, inti materinya adalah MAPA, Melaksanakan Asesmen, dan Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen,” jelas Anti.
Salah seorang peserta RCC Nurul Chotidjah dari Fakultas Hukum menyebutkan bahwa kegiatan ini bermanfaat karena langsung dipandu oleh Master Asesor Pak Gunadi dan Bu Anti yang dengan sabar menuntun peserta mengisi semua form isian yang jumlahnya cukup banyak. Apalagi menurutnya form-form yang harus diisi produk BNSP terbaru yang berbeda dibanding yang lama.
Selain kegiatan RCC ini dalam waktu dekat rencananya LSP Unisba akan mengadakan konsinyering terhadap skema-skema yang sudah disusun.(ask/bnn)






