Opini

Iklan Kontroversi Balenciaga

432views

Kolom Mahasiswa

Oleh Nabilla Andya Putri

SEJAK bulan November 2022 salah satu brand fashion terkenal sedang menjadi sorotan publik.

Kali ini bukan fashion item eksentrik mereka yang menjadi sorotan, melainkan kampanye terbarunya yang dinilai mendukung pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Kampanye untuk koleksi musim panas 2023 itu pun membuat banyak orang geram, termasuk kalangan selebritas yang pernah mendukung dan menjadi brand ambassador Balenciaga.

Iklan Balenciaga yang menuai kontroversi baru-baru ini adalah kampanye dari The Gift Shop yang menampilkan koleksi spring atau summer 2023.

Dalam foto kampanye tersebut, digambarkan ada anak perempuan yang memegang sebuah boneka beruang.

Namun beruang tersebut mengenakan kalung choker dengan aksen spike dan harness yang identik dengan atribut bondage and discipline, dominance and submission, sadism and masochism (BDSM).

BDSM sendiri adalah aktivitas seksual yang merujuk pada perbudakan fisik, sadis dan masochism yang dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak.

BDSM identik dengan praktek seksual yang melibatkan ativitas ekstrem.

Pada foto kampanye tersebut pula terlihat berbagai aksesoris yang identik dengan BDSM lainnya, seperti borgol, rantai, hingga kalung rantai anjing.

Ironisnya lagi, terdapat foto tas hitam Balenciaga yang beralaskan dokumen berisi kutipan dari Mahkamah Agung Amerika Serikat mengenai kasus pelecehan seksual dan eksploitasi pada anak.

Kampanye tersebut dikecam habis-habisan oleh publik dan media sosial. Karena mereka memandang kampanye gift collection ini sebagai eksploitasi anak secara seksual.

Aksi tersebut dapat dilihat dari berbagai selebritas yang membuat video membuang semua produk dari Balenciaga.

Setelah kejadian tersebut, diharapkan pihak dari Balenciaga dapat lebih bijak lagi untuk membuat suatu kampanye promosi produk mereka, disesuaikan dengan jenis produk yang akan di promosikan dengan tema dan model yang akan di gunakan.

Karena hal itu dapat mempengaruhi dan menarik perhatian dari masyarakat terhadap produk yang di promosikan.

Berbeda dari yang lain memang menarik.

Namun harus menyesuaikan dengan produk dan model yang akan menggunakan produ karena anak-anak tidak mengerti apa pun, dan hanya menuruti apa yang diperintahkan saat melakukan pemotretan.***

*Nabilla Andya Putri, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan, peminat fashion, tinggal di Kota Bandung.

Oleh Nabilla Andya Putri

SEJAK bulan November 2022 salah satu brand fashion terkenal sedang menjadi sorotan publik.

Kali ini bukan fashion item eksentrik mereka yang menjadi sorotan, melainkan kampanye terbarunya yang dinilai mendukung pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Kampanye untuk koleksi musim panas 2023 itu pun membuat banyak orang geram, termasuk kalangan selebritas yang pernah mendukung dan menjadi brand ambassador Balenciaga.

Iklan Balenciaga yang menuai kontroversi baru-baru ini adalah kampanye dari The Gift Shop yang menampilkan koleksi spring atau summer 2023.

Dalam foto kampanye tersebut, digambarkan ada anak perempuan yang memegang sebuah boneka beruang.

Namun beruang tersebut mengenakan kalung choker dengan aksen spike dan harness yang identik dengan atribut bondage and discipline, dominance and submission, sadism and masochism (BDSM).

BDSM sendiri adalah aktivitas seksual yang merujuk pada perbudakan fisik, sadis dan masochism yang dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak.

BDSM identik dengan praktek seksual yang melibatkan ativitas ekstrem.

Pada foto kampanye tersebut pula terlihat berbagai aksesoris yang identik dengan BDSM lainnya, seperti borgol, rantai, hingga kalung rantai anjing.

Ironisnya lagi, terdapat foto tas hitam Balenciaga yang beralaskan dokumen berisi kutipan dari Mahkamah Agung Amerika Serikat mengenai kasus pelecehan seksual dan eksploitasi pada anak.

Kampanye tersebut dikecam habis-habisan oleh publik dan media sosial. Karena mereka memandang kampanye gift collection ini sebagai eksploitasi anak secara seksual.

Aksi tersebut dapat dilihat dari berbagai selebritas yang membuat video membuang semua produk dari Balenciaga.

Setelah kejadian tersebut, diharapkan pihak dari Balenciaga dapat lebih bijak lagi untuk membuat suatu kampanye promosi produk mereka, disesuaikan dengan jenis produk yang akan di promosikan dengan tema dan model yang akan di gunakan.

Karena hal itu dapat mempengaruhi dan menarik perhatian dari masyarakat terhadap produk yang di promosikan.

Berbeda dari yang lain memang menarik.

Namun harus menyesuaikan dengan produk dan model yang akan menggunakan produ karena anak-anak tidak mengerti apa pun, dan hanya menuruti apa yang diperintahkan saat melakukan pemotretan.***

*Nabilla Andya Putri, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan, peminat fashion, tinggal di Kota Bandung.

Leave a Response