Opini

Kejutan Tim Medioker

637views

Kolom Mahasiswa
Oleh Muhammad Ervien Ferdiansyah

PIALA Dunia Qatar 2022 lalu el memang banyak sekali kejutan. Kemenangan sekarang banyak dari tim-tim yang tidak diunggulkan ini seringnya dengan distribusi ke final third atau sepertiga lapangan akhir lawan sedikit. Bahkan dengan peluang yang sedikit pula.

Makin tinggi statistiknya berarti makin banyak aksi umpan, dribble di area musuh. Jepang pada laga melawan Spanyol sangat minim. Possessionnya saja cuma 14,7% tetapi bisa menang. Kita lihat juga laga Australia melawan Denmark. Meski ga separah Jepang, tapi narasinya mirip.

Kalo menurut Jose Mourinho, semakin sering pegang possession semakin rentan tim itu melakukan kesalahan. Sekali lagi, sepakbola itu ga absolut. Artinya, tidak ada “strategi bermain terbaik”. Kalau ada, sudah pasti dipkai rame-rame. Tapi filosofi Jose Mourinho ini cocok untuk tim medioker.

Jose Mourinho sendiri berkomentar soal kekalahan Jerman atas Jepang. Ia tidak kaget atas kemenangan tersebut. Katanya sih sepakbola Eropa dalam kasus ini fokus ke ego pemain atau individu. Balik lagi ke masalah distribusi ke sepertiga akhir dan possession.

Ada tidak sih tim yang dominan di dua aspek tersebut dan menang. Sejauh ini Brazil di dua laga pertama, bahkan tidak. kena shot on target.
Van Gaal mengemukakan kelemahan timnya, yaitu saat on possession dan yang coba saya garis bawahi adalah kalah duel. Dalam hal ini situasi counterpress, atau rebut bola balik saat bola hilang. momen-momen counterpress ini banyak dimanfaatkan untuk serangan balik.

Situasi ini sulit banget dikontrol karena sepakbola sangat sulit ditebak. Tapi tim yang mampu memanfaatkan momen-momen kecil ini, bisa saja memenangkan pertandingan. Lalu bertahan total karena sangat sulit sekali membongkar pertahanan dengan banyak pemain di belakang.*

Muhammad Arvien Ferdiansyah, mahasiswa Komunikasi FISIP Universitas Pasundan, penggemar sepak bola, tinggal di Bandung.

Leave a Response