Opini

Romantisme Harian BANDUNG POS

572views

Kolom Sejarah Media
Oleh Kin Sanubary

ROMANTISME membaca koran lawas, kali ini mengupas surat kabar legendaris milik Urang Bandung dan korannya Warga Jawa Barat. Bandung Pos edisi 6 Desember 1989, terbitan 34 tahun silam. Bandung Pos yang mempunyai motto “Silih Asih-Silih Asuh-Silih Asah” hadir dengan penampilan baru. Sejak 4 Desember 1989 Bandung Pos hadir dengan wajah baru, menjadi surat kabar harian pertama di Indonesia yang terbit dalam bentuk tabloid. Bandung Pos gaya baru hadir dengan tampilan lay out yang indah, penuh warna dan isinya variatif. Bandung Pos hadir dengan artikel-artikel yang ringan, mudah dimengerti dan menghibur. Konon tiras Bandung Pos wajah baru meningkat pesat dari 9.000 eksemplar menjadi 90.000 eksemplar dalam waktu 3 bulan, peningkatannya hampir 1.000% Bandung Pos format tabloid ini merupakan hasil kerjasama antara Pemda Jawa Barat dengan Pikiran Rakyat.
~ Halaman muka Bandung Pos edisi 6 Desember 1989 menurunkan berita utama mengenai Calon Haji Dipungli dan Persib Kalah lagi.

~ Calon Haji Dipungli
Tindakan pungutan liar (pungli) terhadap calon jemaah haji terjadi lagi. Kali ini dilakukan oleh oknum aparat pamong desa, ABRI (TNI), karyawan Departemen Agama dan petugas Puskesmas terhadap para calon jemaah haji di Desa Gardu Mukti dan Desa Mariuk, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang. Masing-masing calon jemaah haji dikenakan pungli sebesar Rp. 500.000 per orang.

~ Persib Kalah Lagi
Persib Bandung kalah tak berdaya ketika berlaga di Stadion Sawah Lebar, Bengkulu. PS Bengkulu mempecundangi Persib dengan skor 2-1. Dihadapan sekitar 15.000 penonton kedua tim bermain dalam tempo sedang, pertandingan ini dipimpin oleh wasit Suwanto asal Yogyakarta.

~ Koruptor Masuk TV
Presiden Soeharto menyetujui rencana penayangan wajah para koruptor di televisi sebagai bagian dari pengenaan sangsi moral dan sosial untuk memuat jera pelaku korupsi. Jaksa Agung Sukarton Marmosudjono menuturkan penayangan wajah koruptor di televisi diperlukan agar masyarakat luas mengetahui bahwa tindak pidana korupsi dan para koruptor di Indonesia benar-benar disidangkan dan ada penyelesaiannya secara tuntas.

~ Gedung Sate
Gedung Sate merupakan gedung kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Dari Gedung Sate inilah roda pemerintahan Jawa Barat “dikendalikan”. Halaman Gedung Sate pun digunakan sebagai pusat berbagai kegiatan, upacara dan lokasi pameran. Gedung Sate berdiri sejak 27 Juli 1920, merupakan salah satu gedung yang antik dan megah yang ada di Kota Bandung. Gedung Sate pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh Johanna Catherina Coops dan Protonella Roeleesen sebagai pejabat yang diperintahkan oleh Gubernur Jenderal di Batavia. Gedung Sate dahulu dikenal dengan nama Gedung GB (Gedung Government Bedrijven) yang dirancang oleh J.Berger seorang arsitek Belanda, gaya bangunannya merupakan perpaduan aliran Moor, kebudayaan Spanyol.

~ Bioskop Bandung Hari Ini
Adapun film-film yang diputar di bioskop2 Bandung hari ini yaitu :
~ Bioskop Palaguna Jl Alun-alun Timur (Tragedi Bintaro)
~ Bioskop Nusantara Jl Alun-alun Timur (The Punisher)
~ Majestic Theater Jl Braga (Stealing Heaven)
~ Vanda Theater Jl Merdeka (Working Girl)
~ Paramount Theater Jl Jend Sudirman (Crack in the White Hot)
~ Dian Theater Jl Dalem Kaum (Tridev)
~ Dallas Jl Dalem Kaum (Dead Heat)
~ Artha Theater Jl Karapitan (Susuk)
~ Studio Theater Jl Maskumambang (Kanan Kiri Oke)
~ Bandung Theater Jl Jend Achmad Yani (Pacar Ketinggalan Kereta)
~ Plaza Theater Jl Jend Achmad Yani (Devil Hunters)

~ Bandung Pos setiap hari hadir dengan rubrik-rubrik yang menarik seperti:
~ Bandung Kita
~ Jendela Gedung Sate
~ Jawa Barat
~ Singkat Jawa Barat
~ Berita Tentang Kita
~ Opini
~ Pos Pembaca
~ Internasional
~ Nasional
~ Pendidikan
~ Agama
~ Seni dan Budaya
~ Ekuin
~ Hiburan
~ Iklan Manasuka
~ Cerpen dan Komik
~ Olahraga

Semoga dengan mengulas kembali surat kabar Bandung Pos bisa membuka kembali kejadian dan peristiwa masa lalu.*

Kin Sanubary, kolektor dan pengelola rumah media lawas, bermukim di Subang, Jawa Barat.

Leave a Response