Bupati Minta Warung Makan di Sumedang Tidak Buka Penuh
Dr H Dony Ahmad Munir ST MM Bupati Kabupaten Sumedang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2023, tentang seruan dalam mengisi bulan suci ramadan 1444 Hijriyah/2023 Masehi.

Sumedang, BANDUNGPOS.ID: Dr. H .Dony Ahmad Munir,. ST.M.M, Bupati Kabupaten Sumedang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun- 2023, tentang seruan dalam mengisi bulan suci Ramadan-1444 Hijriyah/2023 Masehi. Dalam SE tersebut, terdapat beberapa poin himbauan dan ajakan bupati kepada segenap masyarakat Sumedang.
Himbauan tersebut yang pertama yaitu memperbanyak membaca Al-Quran, dzikir, berdoa, infaq dan sedekah. Kedua, memakmurkan masjid dengan melaksanakan salat tarawih, pengajian dan itikaf di masjid-masjid. Ketiga, bagi kaum muslim yang mampu agar peduli terhadap anak yatim serta memberi makan terhadap fakir miskin.
Lalu yang keempat, tidak melakukan sahur dan buka puasa on the road. Kelima, kepada pengelola restoran/warung makan supaya tidak berjualan secara terbuka pada siang hari. Keenam, khusus pengelola karaoke/tempat hiburan malam dan sejenisnya agar tidak melakukan aktifitas sampai ada ketentuan lebih lanjut.
Ketujuh, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tindak kriminalitas dengan meningkatkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Kedelapan menciptakan suasana aman, nyaman dan tertib di lingkungan masing-masing, sehingga umat Islam merasa nyaman dan khusuk dalam beribadah. Kesembilan kepada umat beragama lain, agar dapat menghormati saudaranya (kaum muslim) yang tengah melaksanakan ibadah puasa, sehingga kerukunan antar umat beragama berjalan harmonis.
“Pada Ramadan- 1444 Hijriyah kali ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengkaji dan mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa,” kata Dony dalam keterangannya, Senin (27/3).
Selanjutnya Dony yang tahun ini akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Bupati Sumedang mengharapkan selama bulan Ramadan tahun ini warga masyarakat Kabupaten Sumedang mendapatkan predikat sebagai orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.
“Taqwa yang sebenarnya bukan sekedar diucapkan dalam lisan, tetapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya,” pungkasnya. * (Laila Venadhita/BP)





