Cacan Curiga Ada Pihak Tertentu Ikut Bermain UKPBJ di Kabupaten Garut
Cacan Curiga Ada Pihak Tertetu Ikut Bermain UKPBJ di Kabupaten Garut
Garut, BANDUNGPOS.ID: Mewakili Pengusaha Masyarakat Jasa Konstruksi (MPJK) Kabupaten Garut, Cacan Cahyadi, SH, menyampaikan apresiasi dengan ditayangkannya beberapa paket lelang pekerjaan proyek pembangunan melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa ( UKPBJ) Garut, Pemda Garut meskipun ada beberapa hal mengganjal bagi pihaknya. Cacan yang juga Ketua Bidang Hukum &HAM KNPI Kabupaten Garut mempertanyakan sebagian mekanisme lelang UKPBJ yang diduga masih kuat adanya intervensi pihak tertentu yang mempengaruhi pada penentuan kemenangan lelang pada paket paket pekerjaan tersebut.
“Kami sangat mendukung dalam program pembangunan di Kabupaten Garut yang sudah dilakukan bapak bupati, kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih atas hasil pembangunan yang cukup signifikan,”kata Cacan, kepada wartawan.
” Namun terkait dengan ditayangkannya lelang (tender) beberapa paket pekerjaan seperti pembangunan gedung kecamatan, kelurahan, Dinas Kesehatan dan pembangunan gedung Kesangpol ternyata dalam proses lelang paket pekerjaan tersebut di UKPBJ patut diduga khususnya Pokja Pokja pemilihan tidak melaksanakan proses yang lebih transparan ,kompetitif dan bebas dari KKN serta monopoli,” papar Cacan Menyayangkan.
Dia menegaskan dugaan adanya monopoli dalam proses pemenangan pengadaan barang dan jasa dapat terlihat dari para pemenang lelang yang jatuh pada pengusaha itu- itu saja.
“Menurut Peraturan Presiden No 12 thn 2021 perubahan atas Perpres No 16 THN 2018, Pengadaan barang dan Jasa menerapkan prinsip efesien,efektif,transparan,terbuka,bersaing,adil,akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu lanjut Cancan, Pokja di UKPBJ diduga sudah melakukan praktek monopoli terkait pengadaan barang dan Jasa . “Maka dari itu saya mengajak seluruh OKP dan Ormas juga Masyarakat Jasa Konstruksi di Garut untuk bisa mengawasi proses lelang tersebut sebagai upaya mendukung progam pembangunan pemerintah Kabupaten Garut, “imbuhnya.
Cacan yang juga Bendaraha Ormas- 234 SC Kabupaten Garut meminta peran APIP (Aparat Pengawas Intern Pemerintah) yang seharusnya lebih extra melakukan pengawasan melalui audit,reviw, pemantauan,dan evaluasi ” Ini dimaksudkan agar tercipta proses pengadaan barang dan jasa yang baik dengan mutu pembanguan yang bebas dari KKN,” tuturnya.
“Jika tidak ada perubahan mendasar dalam penyelenggaraan lelang paket pekerjaan ini dan seterusnya, maka kami akan melaporkan dugaan dugaan penyalahgunaan kepada Aparat penegak hukum juga menggelar aksi protes dengan turun kejalan,”imbuhnya
Sementara itu Kepala Bagian UKPBJ Garut Pemkab Garut belum dapat dihubungi awak media untuk klarifdikasi terkait dengan keberatan pihak pengusaha lain dalam penyelenggaraan lelang paket pekerjaan tersebut.***(rm/bp)





