Oleh: dr. Valda Garcia
KEGIATAN fisik bisa membebani tubuh Anda dan mengganggu pola pernapasan normal. Contohnya, saat berlari, napas Anda jadi lebih cepat (hiperventilasi) Hiperventilasi bisa bikin otot Anda cepat lelah, terutama saat Anda melakukan olahraga yang intens, seperti berlari atau bermain bola. Kelelahan pun bisa dirasakan sehingga kamu tidak bisa tahan lama berolahraga. Supaya olahraga dapat dilakukan dengan maksimal, coba lakukan cara mengatur pernapasan saat olahraga di bawah ini, ya!
- Atur Waktu Menarik dan Membuang Napas
Ketika berolahraga, tubuh Anda memproduksi lebih banyak karbon dioksida. Oleh karena itu, penting untuk mengeluarkan karbon dioksida demi menjaga keseimbangan oksigen di dalam tubuh. Untuk itu, perhatikan cara mengatur waktu menarik dan membuang napas saat olahraga. Usahakan lama waktu Anda ekspirasi (mengembuskan udara) harus sama dengan waktu inspirasi (menghirup udara).
Cara mengatur napas tersebut bisa Anda terapkan saat lari. Misalnya, setiap empat langkah, kamu membuang napas. Setiap empat langkah selanjutnya Anda menahan napas. Lalu, empat langkah berikutnya Anda membuang napas.
- Hirup Napas dari Hidung, Buang dari Mulut
Ketika sedang berolahraga, seringkali tanpa sadar Anda menarik napas dari mulut. Sebenarnya, lebih disarankan untuk menghirup napas lewat hidung dan keluarkan secara perlahan melalui mulut. Lain halnya jika Anda berlari jarak jauh. Cara melatih pernapasan agar tidak mudah lelah saat berlari jarak jauh, adalah dengan menghirup dan membuang napas menggunakan mulut. Tujuannya adalah agar memungkinkan lebih banyak oksigen masuk ke dalam tubuh, sehingga sel-sel otot Anda pun memperoleh bahan bakar yang lebih banyak.
- Hindari Menahan Napas
Ketika melakukan jenis olahraga tertentu, seperti angkat beban, seringkali tanpa sadar Anda menahan napas. Sebaiknya, hindari kebiasaan tersebut agar asupan oksigen yang masuk tetap banyak.
- Sesuaikan dengan Gerakan Olahraga
Cara mengatur napas saat berolahraga berikutnya, yaitu sesuaikan pola napas dengan gerakan Anda. Cobalah bernapas setiap Anda mengambil 2 langkah dan buang napas sehabis 2 langkah. Ketika cara mengatur pernapasan tersebut sudah biasa dilakukan, Anda bisa mengambil napas lebih lama. Misalnya, saat berlari, kamu menghirup maupun membuang napas tiap tiga langkah.
Namun, tips ini sangat dipengaruhi oleh kenyamanan Anda. Usahakan untuk memiliki ritme pernapasan yang stabil dan membuat Anda tidak ngos-ngosan saat berolahraga, ya! Sementara itu, ketika Anda sedang angkat beban. Lebih disarankan untuk mengembuskan napas saat beban sedang diangkat, lalu tarik napas ketika beban diturunkan.
- Gunakan Pernapasan Perut
Cara agar napas panjang saat olahraga adalah dengan menggunakan pernapasan diafragma. Pastikan perut Anda ikut bergerak ketika melakukan menghirup udara ke dalam paru-paru. Hal ini bisa mencegah terjadinya hiperventilasi. Saat Anda membuang napas, kontraksikan otot perut untuk mengeluarkan udara.
Jagalah kesehatan Anda dengan menerapkan cara mengatur pernapasan yang tepat agar tidak mudah lelah dan bisa lebih tahan lama berolahraga. Apabila Anda memiliki masalah pernapasan, coba konsultasikan kepada dokter mengenai olahraga yang tepat untuk dilakukan. Dengan begitu, Anda tetap bisa menjaga kesehatan fisik tanpa harus khawatir mengalami gangguan pernapasan.**(Sumber: KlikDokter/bnn/jit)