BANDUNG, bandungpos.id — Gelombang massa dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Mangggala Garuda Putih (MGP) kembali mengguncang bank bjb Pusat Jl Naripan no 12-14, Braga Kecamatan Sumur Bandung. Mereka menuntut aga Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi bertanggungjawab atas bberbagai kasus yang terjadi belakangan ini.
Sepekan sebelumnya MGP juga menggelar aksi serupa, namun hingga saat ini belum ada tanggapan serius dari manajemen bank bjb. Bahkan salahsatu bentuk tuintutan mereka yang ditulis dalam kertas karton, meminta agar Dirut bank bjb Yuddy Renaldi dicopot.
“bank bjb saat ini sedang sakit, akibat ulah oknum yang melakukan pembobolan uang nasabah. Mulai dari kasus pembobolan uang nasabah seniali Rp 20, 6 miliar, kredit fiktp, dan masih banyak lagi kasus. Untuk itu kami menuntut agar Diret bank bjb bertanggungjawab atas uang keselamatan dan keamanan uang nasabah yang notabene rakyat Jawa Barat,” ungkap Agus Satria Ketua Tim Invstigasi MGP dalam orasinya di depan Kantor Pusat bank bjb, Senin (27/2/2023).
Untuk itu MGP meminta agar Dirut Yuddy Renaldi turun untuk memberikan penjelasan terkait berbagai kasus yang saat ini terjadi di bawah pimpinannya.
“Kami beri waktu hingga pukul 14.30 wib, jika Dirut dan jajaran bank bjb tidak mau turun kami yang akan merangsek masuk,”tegas Agus.
Hingga berita ini diturunkan belum ada reaksi dari pihak manajegeman bank bjb, aksi pun terus dilanjutkan diiringi lagu bongkar karya Iwan Fals, serta aksi bakar ban sebagai simbol semangat mereka tidak akan pernah padam untuk menggelorakan hak nasabah yang juga rakyat Jawa Barat.*





