
Ancaman Gempa 8,9 Megathrust
Garut, BANDUNGPOS.ID: Gempa dengan magnitudo 6,1 terjadi di Garut, Jawa Barat. BNPB menyebut ada satu orang yang terluka akibat gempa itu. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan gempa itu dirasakan cukup kuat selama 4-5 detik di Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung. Suharyanto, yang berada di Posko Darurat Bencana Gempa M 5,6 Cianjur juga mengaku merasakan gempa.
Berdasarkan data kerusakan yang dihimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, ada empat unit rumah dan satu unit sekolah yang mengalami kerusakan. Ada satu warga Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke Puskesmas terdekat.
“Untuk sementara yang diterima adalah empat unit rumah rusak di Kabupaten Garut, dan satu unit sekolah, SDN Jatiwanti 1 juga rusak. Ada satu korban jiwa mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke puskesmas setempat,” kata Suharyanto.
Gempa Garut M 6,1 Terasa hingga Trenggalek Jatim, dia mengatakan, tim BNPB segera dikirim ke Garut untuk membantu pendampingan daerah dan kaji cepat kebutuhan lain yang diperlukan. Perkembangan informasi darurat terkait gempa Garut akan disampaikan secara berkala.
“Tentunya saya dengan seluruh tim dan BPBD ini segera akan mengumpulkan informasi dan dan keterangan lebih lanjut. dan setiap perkembangan informasi yang diperoleh akan diinformasikan kepada masyarakat,” kata Suharyanto.
BNPB: 1 Orang Luka dan 4 Rumah Rusak di Garut Akibat Gempa M 6,1″
Ancaman Gempa 8,9 SR
Ancaman gempa bumi Megathrust 8,9 SR masih terus membayang-bayangi sebagian wilayah Indonesia khususnya Jakarta Adanya ancaman gempa bumi megathrust 8,9 SR, ditakutkan dapat memicu Tsunami setinggi 34 meter. Gempa bumi Megathrust 8,9 SR dan Tsunami 34 meter, dikaitkan dengan gempa Cianjur pekan kemarin.
Seperti yang diketahui pada 21 November 2022, Cianjur telah mengalami bencana alam gemba bumi. BMKG menyebut bahwa Sesar Cimandiri menjadi penyebab adanya gempa Cianjur. Peru memperingatkan bahwa di masa depan kemungkinan akan ada bencana dahsyat yang mengguncang Jakarta. Selain Sesar Cimandiri, masih ada Sesar-sesar lain yang berpotensi gempa Diantara lain yakni sesar lembang dan sesar baribis. Pada Sesar terakhir yakni sesar baribis diprediksi memiliki potensi gempa bagi wilayah Jakarta.
Berdasarkan penelitian yang ditulis Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Sri Widyantoro dan tim ini menunjukan bahwa Sesar Baribis aktif dan menyimpan ancaman bencana besar. Penelitian ini dipublikasikan oleh scientific reports nature pada Kamis 17 Juni 2022.
Dikutip dari penelitian tersebut, Sesar Baribis merupakan jalur patahan yang berjarak hanya sekitar 25 km di selatan Jakarta. Dalam studi menyebutkan bahwa jika energi regangan Sesar Baribis terakumulasi, dapat berpotensi Gempa besar.
Jika melihat catatan sejarah, pada 5 Januari 1969 dan 22 Januari 1780, di Jakarta pernah terjadi gempa dahsyat.
Berdasarkan penelitian terbaru menyebutkan bahwa wilayah Selatan Jawa bagian barat, Tenggara Sumatera, itu menyimpan potensi gemba Megathrust dengan kekuatan M8,9 SR di masa mendatang.
Gempa Megathrust dengan kekuatan M8,9 SR tersebut kemungkinan dapat memicu Tsunami 34 meter. Tusnami tersebut diketahui dapat lebih tinggi dari Tsunami Aceh 2004 silam yang mencapai 30 meter.*** (rm/bp)





