
Oleh Kin Sanubary
Kolom Media Lawas kali ini mengulas surat kabar legendaris Merdeka terbitan 53 tahun silam, edisi 11 DEsember 1970, dengan harga langganan Rp 200 perbulan. Diterbitkan oleh PT Merdeka Press dan kantor redaksi beralamat di Jalan AM Sangaji No. 11 Jakarta terbit hanya 4 halaman setiap harinya. Harian Umum Merdeka mempunyai motto “Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka. Hak Manusia Merdeka”
Surat kabar Merdeka didirikan pada 1 Oktober 1945 oleh tokoh pers nasional BM Diah, Burhanudin Mohamad Diah bersama kedua sahabatnya sesama jurnalis senior Joesoef Ishak dan Rosihan Anwar. Dalam catatan sejarah Indonesia surat kabar Merdeka merupakan salah satu media massa yang turut menyuarakan perjuangan dalam proses kebangkitan nasional. Merdeka turut menyebarkan informasi penting mengenai peristiwa di seputar kemerdekaan kepada masyarakat Indonesia.
Merdeka “Suara Rakyat Indonesia” menjadi salah satu surat kabar era revolusi kemerdekaan yang masih eksis hingga saat ini, meskipun namanya telah berubah menjadi “Rakyat Merdeka” Harian Umum Merdeka pernah mengalami masa kejayaan pada era tahun 70-an dengan tiras mampu mencapai angka 100.000 lembar sehari.
Berita menarik Merdeka terbitan 53 tahun silam yaitu : Mahkamah Polisi Sidang di Bandung. Mahkamah Kepolisian Republik Indonesia pada 11 Desember 1970 memulai sidang pertama perkara penembakan Rene Louis Goenraad, mahasiswa ITB yang terjadi pada 6 Oktober 1970, dengan memajukan seorang tertuduh bernama Briptu Djani M Soerjaman anggota Brimob Jabar di gedung Intendant Kodam Vl Siliwangi Jalan Aceh Bandung. Sidang pertama tersebut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso.
Cut Zahara Diperiksa Polisi. Cut Zahara Fonna perempuan asal Sigli Aceh membuat heboh Indonesia dari mulai rakyat biasa hingga Presiden Soeharto. Cut Zahara Fonna melakukan penipuan dengan mengaku mengandung seorang bayi ajaib yang bisa berbicara. Cut Zahara Fonna diperiksa polisi dan dimintai keterangan di depan para perwira polisi dan disaksikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso bertempat di Komdak Jaya, Jakarta.
Sidang Perkara RMS. Sidang perkara kasus oknum RMS (Republik Maluku Selatan) berlangsung di Denhaag Negeri Belanda. Sidang pengadilan diadakan untuk mengadili perkara 25 orang anggota gerombolan RMS yang terlibat “Peristiwa Wassenaar” antara tanggal 14-15 Desember 1970 semua anggota angkatan kepolisian Belanda dikerahkan untuk menjaga keamanan dan jalannya persidangan, berjaga di sekitar gedung pengadilan. Surat kabar paling berpengaruh di Negeri Belanda “De Telegraaf” menamakan sidang tersebut sebagai “Sidang Raksasa” Dalam sidang tersebut kedua pengawal pribadi Ir. Manusama yang terlibat dalam hilangnya uang sebanyak 22.000 Gulden dari Wisma Duta, Kedutaan Besar Indonesia di Wassenaar tidak disidangkan dalam perkara yang sama.
Presifen Lantik Taruna Akabri. Presiden Soeharto melantik perwira remaja sebanyak 973 orang Taruna Akabri yang lulus tahun 1970 di Senayan, Jakarta. Mereka terdiri atas Angkatan Darat (AD) sebanyak 437 orang, Angkatan Laut (AL) sebanyak 172 orang, Angkatan Udara (AU) sebanyak 103 orang dan Kepolisian sebanyak 261 orang. Para lulusan Akabri ini merupakan hasil lulusan yang pertama sejak Akabri didirikan pada tahun 1966.
PSSI vs IRAN Seri. Kesebelasan Nasional Indonesia dan kesebelasan Iran telah membagi angka sama dalam pertandingan pertama sepak bola Asian Games VI di Bangkok, Thailand dengan skor seri 2-2. Dalam babak pertama Iran lebih dahulu unggul 1-0. Pada pertandingan babak pertama kesebelasan Iran dibawah pimpinan Captain Hassan lebih banyak melakukan serangan-serangan terhadap gawang Indonesia yang dijaga ketat dan dipertahankan oleh Judo Hadijanto. Indonesia mengenakan kostum merah putih menurunkan para pemain terbaiknya yaitu : Penjaga gawang Judo Hadijanto, Juswardi, Sunarto, Anwar Ujang, Muljadi, Basri, Iswadi Idris, Jacob, Ronny Pattisarany, Abdul Kadir dan Sutjipto Suntoro sebagai captain tim nasional Indonesia.
Mohamad Ali Vs Joe Fraizer. Juara Dunia Tinju kelas berat Joe Fraizer berpendapat bahwa Mohamad Ali “beruntung” dapat mengalahkan Oscar Bonavena. Frazier mengatakan bahwa Mohamad Ali terus menerus bersandar pada lawannya dan menjangkau ke tali ring tinju. Joe Frazier berada di New York untuk keperluan menyanyi dan melihat pertandingan selama 15 ronde antara Mohamad Ali vs Oscar Bonavena dari siaran televisi. Frazier berlatih di Philadelphia dan berharap akan mempunyai berat badan 199 kg dalam pertandingannya melawan Muhamad Ali. *
- Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, penerima penghargaan PWI Jawa Barat 2023 dalam bidang pelestarian media nasional, bermukim di Tanjungwangi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.





