Oleh: dr. Theresia Rina Yunita
TIDUR malam yang cukup dapat membantu Anda mengistirahatkan fisik dan pikiran. Aktivitas ini membantu Anda memulihkan tenaga, sehingga lebih siap menghadapi hari esok. Meski begitu, adakalanya Anda mengalami gangguan tidur pada malam hari. Terdapat beragam gangguan tidur yang bisa menghantuimu sewaktu-waktu. Di bawah ini macam-macam gangguan tidur yang perlu Anda ketahui.
- Insomnia
Dari berbagai jenis gangguan tidur, insomnia mungkin adalah jenis yang paling akrab bagi banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika seseorang sulit memulai atau mempertahankan tidur. Lansia dan wanita lebih berisiko mengalaminya. Penyebab insomnia cukup beragam, di antaranya stres, gangguan pencernaan, serta hormon.
Insomnia dapat memengaruhi kualitas hidup, bahkan berpotensi menyebabkan beberapa kondisi berikut:
- Depresi
- Sulit konsentrasi
- Cepat marah
- Penambahan berat badan
- Masalah pada pekerjaan
Nah, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi insomnia, seperti tidur pada jam yang sama setiap harinya, mematikan lampu kamar, serta menghindari minum kopi saat menjelang tidur. Selain itu, Anda bisa melakukan kegiatan yang membantu tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Contohnya dengan melakukan self-care routine menggunakan varian Sleep dari The Body Shop Indonesia.
Varian Sleep yang bisa Anda gunakan, misalnya Sleep Lavender & Vetiver Essential Oil Blend. Cara pakainya adalah dengan disemprotkan dan dipijatkan pada bagian leher maupun pergelangan tangan. Selain itu, Anda juga bisa menyemprotkan Sleep Lavender & Vetiver Pillow Mist ke bantal. Aroma yang menenangkan dari kandungan lavender essential oil dan vetiver oil di dalamnya bisa membantu Anda beristirahat lebih baik.
Dengan Slogan “Changemaking Beauty”, The Body Shop bertekad melakukan perubahan positif baik pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
- Sleep Apnea
Sebagian orang mendengkur ketika tidur. Meski kerap dianggap bukan masalah, mendengkur tetaplah gangguan tidur. Nah, terdapat masalah tidur yang lebih serius dibanding mendengkur, yakni sleep apnea. Dari macam-macam gangguan tidur, sleep apnea termasuk kondisi kesehatan serius, karena mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen dan bisa membuatmu terjaga di malam hari. Terdapat beberapa terapi obstructive sleep apnea (OSA) yang bisa Anda pilih. Salah satunya adalah dengan menggunakan masker oksigen bertekanan khusus.
- Parasomnia
Apakah Anda sering mendengar cerita seseorang berjalan saat tidur? Atau Anda sendiri pernah mengalaminya? Kondisi ini termasuk salah satu gejala parasomnia, lho. Parasomnia sendiri adalah jenis gangguan tidur yang membuat penderita melakukan gerakan dan berperilaku tidak normal saat tidur. Tak hanya tidur berjalan, gerakan dan perilaku tidak normal tersebut dapat berupa:
- Mengigau
- Mengeluarkan rintihan
- Mimpi buruk
- Mengompol
- Menggertakkan gigi
- Mengatupkan rahang
- Restless Leg Syndrome (RLS)
Dari beragam gangguan tidur, restless leg syndrome (RLS) mungkin cukup asing bagi Anda. RLS adalah kondisi ketika memiliki dorongan kuat untuk menggerakkan kaki. Gejala ini paling sering muncul pada malam hari. RLS kerap dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk ADHD dan penyakit Parkinson. Namun, penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Anda dapat berkonsultasi kepada dokter untuk mengatasi jenis gangguan tidur satu ini. Biasanya dokter memberikan obat yang diindikasikan untuk membuat otot lebih relaks. Selain konsumsi obat yang dianjurkan, Anda bisa memperbaiki gaya hidup untuk meringankan gejala RLS. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yakni:
- Berendam di air hangat
- Kompres hangat dan dingin
- Olahraga ringan
- Menghindari kafein
- Beristirahat yang cukup
- Narkolepsi
Narkolepsi adalah penyakit tidur kronis yang yang ditandai dengan rasa mengantuk berlebihan pada siang hari. Narkolepsi menimbulkan serangan tidur sehingga Anda bisa tiba-tiba tertidur kapan saja dan di mana saja. Perbaikan pola tidur dapat membantu Anda mengatasi narkolepsi. Pola tidur yang disarankan adalah:
- Memiliki jadwal tidur yang teratur
- Mengelola stres dengan baik
- Memenuhi waktu tidur yang cukup
- Gangguan Ritme Sirkadian
Jam biologis tubuh atau ritme sirkadian bertanggung jawab mengatur pola tidur, menentukan suhu tubuh, tekanan darah, dan hormon. Nah, ritme sirkadian bisa terganggu. Gangguan ritme sirkadian dapat terjadi ketika jam biologis internal Anda tidak selaras dengan isyarat waktu eksternal, termasuk siklus cahaya gelap alami. Ritme sirkadian yang bermasalah bisa bikin Anda bangun lebih siang, sulit tidur, atau sulit berkonsentrasi. Jam biologis tubuh yang terganggu dapat terjadi pada orang dengan kebutaan total, bekerja dengan sistem shift, jet lag, mengidap sindrom fase tidur lanjut atau tertunda. Untuk mengatasi gangguan ritme sirkadian, Anda perlu memperbaiki waktu istirahat, terutama pada malam hari.
- Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)
Seringkali, kelumpuhan tidur dikaitkan dengan hal mistis. Di Indonesia, fenomena ini biasa dikenal sebagai ketindihan. Dalam istilah medis, kelumpuhan tidur disebut sebagai sleep paralysis. Jenis gangguan tidur ini ditandai dengan ketidakmampuan sementara untuk bergerak dan bangun dari posisi tidur. Kondisi ini memang menakutkan karena seseorang tampak terjaga, tetapi tidak bisa bergerak.
Meski disebut-sebut berkaitan dengan makhluk halus, hal ini bisa dijelaskan secara medis. Sleep paralysis bisa muncul ketika Anda memasuki peralihan antara tidur dan terjaga. Kondisi kelumpuhan tidur bisa termasuk gejala narkolepsi yang berkaitan dengan gangguan neurologis tertentu. Beberapa cara untuk mengatasi sleep paralysis, yaitu:
- Menjadwalkan waktu tidur di jam yang sama
- Mencari posisi yang nyaman ketika akan tidur
- Menghindari konsumsi makanan berat jelang tidur
Dari macam-macam gangguan tidur di atas, apakah Anda mengalami salah satunya? Jika iya, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter guna menemukan cara paling tepat sesuai kondisi Anda.**(Sumber: KlikDokter)





