Garut, BANDUNGPOS.ID : Bukan orang Garut kalau tidal kreatif, jalan baru lingkar Leles – Cigasti sepanjang 7 km itu hampir 50 persennya berubah menjadi pasar setiap hari Minggu tiba. Jalan yang belum efektif digunakan diberdayakan oleh masyarakat sekitar. Jalan itu sebebarnya dipersiapkan untuk mengantisipasi kemacetan Jl. Raya Bandung-Garut karena kehadiran zona industri Sansin, Leles. Mulut Jalan Lingkar Barat, tepatnya di samping kanan gedung PLN Leles, Garut, sudah lebih satu tahun seriap satu pekan satu kali berubah menjadi pasar kaget. Bukan saja dipadati orang-orang yang berolah raga pagi, tetapi kehadiran ratusan pedagang yang menggelar dadangannya sepankang 3 km menjadi daya tarik sendiri.
Tua, muda, anak-anak beramai-ramai memburu keperluan sehari-hari-hari selepas olah raga pagi, “ Saya dan anak-anak sering kesini, setidaknya melepas penat, berolah raga sambil berwisata, “ kata Ny. Entin Kartini ketika ditemui di Lokasi Pasar JA Leles.
Pasar kaget JA menurut Ny,Entin, berawal dari kondisi jalan itu sendiri, karena nama JA tercipta dari sebuah istilah jalan anyar (JA) atau jalan baru. Pipit salah seorang remaja mengatakan, berolah raga pagi di JA sambil “mejeng”, karena bagi anak-anak milenial JA menjadi arena yang menjanjikan, anak-anak remaja yang datang bergaya mirip fashion week Citayem Jakarta, walau tidak ada aksi langsung fashion show seperti di Citayem. Menurut Pipit, para pengunjung disini dapat belanja aneka macam, mulai dari busana, kuliner, sampai kebutuhan dapur tersedia disini. ** ( rm/bp)





