Daerah

Jalan di Dalam Kota Tahu Tak Kunjung Diperbaiki, Protes Warga Dianggap Angin Lalu

144views

Sumedang, BANDUNGPOS.ID – Warga Panyingkiran, Sumedang geram. Pasalnya jalan penghubung Sumedang Kota ke jalur utama Sumedang-Bandung dibiarkan rusak berat.

Menurut warga sekitar, usulan agar jalan itu diperbaiki sudah dilakukan berkali-kali. Namun sepertinya Bupati Sumedang lebih mengutamakan membeton jalan di perkampungan di wilayah kecamatan yang jauh dari kota. Sedangkan jalan di perkotaan dibiarkan rusak.

Dari pantauan wartawan BandungPos.id biro Sumedang, terlihat jalan aspal mengelupas cukup besar dan panjang. Tidak di satu titik. Hampir sepanjang jalan Panyingkiran sampai perempatan barax, kelupasan aspal terlihat di zepanjang jalan tersebut. Imbasnya sering terjadi kecelakaan lalulintas akibat saling serobot pengendara bermotor yang menghindari jalan rusak.

Cece Kosasih, seorang pensiunan Jasa Marga warga Panyingkiran, Sumedang. (Foto: Eks/bp)

“Adu mulut sesama pengguna jalan, hampir terjadi setiap harinya. Mereka merasa paling benar. Hal itu disebabkan pengendara saling serobot mencari jalan yang masih mulus,” ujar Cece Kosasih, seorang pensiunan Jasa Marga yang rumahnya di Panyingkiran, kepada Bandungpos.id biro Sumedang, melalui percakapan whatsApp, Kamis (19/1).

Cece mengakui, hampir setiap hari menyaksikan para pengendara adu mulut bahkan sampai adu jotos di jalan itu. Dia berharap pemerintah daerah Sumedang segera memperbaiki jalan Panyingkiran itu. Jangan sampai menelan korban jiwa.

“Keluhan atau usulan mah sering kami sampaikan kepada pihak terkait yang berwenang ngurus jalan, namun sepertinya pemerintah daerah lebih mengutamakan membeton jalan di kampung dulu. Sementara jalan di kota dibiarkan hancur,”ungkap Cece. (Eks/BP)

Leave a Response