Bandung Raya

Jelang Nataru, Pj Wali Kota Bandung Minta Umat Kristiani Jaga Kondusifitas

92views
Bandung, bandungpos.id — PJ Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono, mengatakan, Kota Bandung dikenal sebagai kota heterogen, terdapat berbagai suku, ras, dan agama dengan jumlah penduduk mencapai 2,5 juta jiwa, namun tetap kondusif.
“Ini sebuah role model, saya yakin Kota Bandung akan dijadikan contoh kota besar lainnya di nasional,” ujarnya pada acara Silaturahmi bersama Umat Nasrani Menjelang Hari Raya Natal di Pendopo Kota Bandung, Rabu (20/13/2023) malam.

Sebagai penguatan, Bambang mengungkapkan, di Kota Bandung terdapat Kampung Toleransi. Setiap kawasan memiliki perbedaan agama dan sebagainya, namun mampu menjalankan kehidupan dengan rukun serta saling menghargai.

“Kita punya lima kampung toleransi, ini salah satu bentuk manifestasi. Kerukunan antar umat beragama ini sampai dengan level wilayah,” katanya.

Sementara itu, Mejelis Agama Katolik Kota Bandung, Romo Agustinus Sugiharto mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Bandung yang telah memberikan ruang untuk silaturahmi menjelang hari kedamaian itu.

“Tema natal tahun ini Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi. Mudah – mudahan hari natal tahun ini memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada umatnya,” ungkap Agustinus.

Ia mengungkapkan, jumlah jemaah Katolik di Kota Bandung mencapai 56 ribu. Atas hal itu, jemaahnya mendukung berbagai program Pemkot Bandung.

“Kami mendukung berbagai program yang telah dirancang oleh Pemkot Bandung. Kami sama – sama hendak mewujudkan Bandung yang aman, nyaman, kondusif dan rukun aman serta toleran,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Majelis Agama Kristen Kota Bandung, Pendeta Yosafat Simatupang mengungkapkan, bulan Desember merupakan bulan kebahagiaan bagi umat Kristiani.

“Perayaan natal bukan hanya merayakan suka cita saja, tapi pengorbanan, ada perjuangan,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi kinerja Pemkot Bandung yang selama ini meraih prestasi.

Soal sampah, jemaaahnya pun ikut andil dalam penanganan sampah. Ia akui saat ini tengah gencar dalam pengelolaan sampah dengan bank sampah.

“Kami gencar dengan bank sampah. Gereja hadir bukan hanya ibadah, tapi saat ini memilah sampah. Meskipum demikian apa yang kita lakukan menjadi berkat untuk banyak orang,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bandung, Ahmad Suherman menegaskan agar tempat ibadah jangan digunakan sebagai sarana untuk kampanye.

“Saya sampaikan kembali kepada para tokoh agama, mohon jangan sekali – kali rumah ibadah dijadikan arena kampanye. Kita harapkan rumah ibadah membawa suasana yang dingin sejuk dan bisa merangkul kita semuanya,” tegas Suherman.

Leave a Response