
KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID.
Badan Pangan Nasional bersama kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, BUMN dan BUMD pangan, pelaku usaha pangan dan stakeholder terkait lainnya menggelar Gerakan Pangan Murah serentak serentak secara nasional.
Dilaunching bersamaan secara daring di seluruh Indonesia. Semangat untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi pangan jelang Idul Fitri 1445 H.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung melaksanakan launching di depan Kantor Dispakan di Kabupaten Bandung, Senin (1/4).
Beragam komoditas pangan yang dijual melalui antara lain beras, cabai, minyak goreng, bawang, gula, dan lainnya, hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan seiring dengan meningkatnya permintaan bahan pangan jelang hari Raya Idul Fotri.
Masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk mempersiapkan pelaksanaan hari raya Idul Fitri.
Kepala Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bamdumg Ir. H. Ina Dewi Kanoa M.P. mengatakan, gerakan pangan murah ini dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yaitu Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.

Ina mengatakan dalam kegiataan gerakan pangan murah ini, juga turut menyediakan beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog.
“Kemudian ada beras premium, gula, terigu, ayam, daging sapi, telur, aneka sayuran serba Rp 5.000, kemudian ada aneka olahan produk UMKM Kabupaten Bandung,” ujar ina.
Kemudian, kata Ina, dalam gerakan pangan murah ini untuk mendekatkan para pelaku usaha atau petani dalam memasarkan produknya kepada masyarakat.
“Kita hari ini ada 10 ton beras SPHP. Kemudian sekitar 5 ton beras premium. Aneka sayuran juga cukup banyak. Terigu, gula pasir juga ada, sehingga bisa mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi hari besar keagamaannya,” katanya.
Ina mengatakan kunjungan warganya tidak dibatasi, tetapi pembelian barangnya dibatasi, khususnya beras SPHP minimal dua bungkus saja.
“Khusus untuk beras SPHP kita jual Rp 53.000/5 kg. Kemudian beras premium Rp 75.000/5 kg atau Rp 15.000/kg. Terigu Rp 10.000/kg, dan pengadaan telur kita bermitra dengan para peternak yang ada di wilayah Banjaran dan Cimaung,” pungkasnya. (id/bnn)





