Daerah

Kades Sukasenang Berharap Ada Rest Area di Tol Getaci untuk Produk UMKM Lokal Garut

Berharap Ada Rest Area di Tol Getaci untuk Produk UMKM Lokal Garut

57views

GARUT, BANDUNGPOS-ID– Proyek pembangunan Tol Getaci telah menjadi pembicaraan warga Garut, Jawa Barat. Salah satunya, Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan, memiliki harapan yang lebih jauh terkait dengan proyek tersebut. Ia berharap ada rest area di Tol Getaci yang dapat digunakan bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memasarkan produk lokal khas Garut.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, dengan awak media di Garut, Iwan Ridwan menyatakan keyakinannya bahwa pengembangan infrastruktur seperti Tol Getaci bukan hanya sekadar jalan tol untuk mobilitas, tetapi juga merupakan sarana untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami memiliki potensi besar dalam produk lokal khas Garut, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Rest area di sepanjang tol bisa menjadi pusat promosi dan penjualan bagi produk-produk unggulan kami khususnya desa di Banyuresmi,” ujarnya.

Iwan menambahkan bahwa keberadaan rest area dengan stand UKM Garut akan memberikan dampak positif. Selain memberikan peluang bagi para pengusaha lokal untuk meningkatkan penjualan, juga akan memperkenalkan kekayaan produk Garut kepada para wisatawan dan pengguna jalan yang melintas.

Tidak hanya untuk memudahkan perjalanan, tetapi tol ini juga harus menjadi jalan menuju pengembangan ekonomi yang inklusif. Melalui rest area yang menyediakan produk lokal, kami berharap para pelaku UKM bisa merasakan manfaat langsung dari infrastruktur yang dibangun,” imbuhnya.

Belum lama ini, kata Iwan, Desa Sukasenang telah menyelesaikan proses penlokasian  lahan untuk proyek Tol Getaci. Dengan proses tersebut sudah rampung, Iwan Ridwan kini semakin fokus pada langkah-langkah selanjutnya untuk memastikan bahwa pengembangan infrastruktur ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah pusat dan pihak terkait dapat mendukung ide kami untuk menyediakan rest area yang mendukung UKM Garut. Ini adalah langkah kecil namun berpotensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” tandasnya.

Seluas  70 Bidang Tanah di Desa Sukasenang siap dibayar Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan. Ia memastikan bahwa desa tersebut telah siap untuk melaksanakan kewajibannya dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Proses pembayaran UGR terkait dengan penlokasi (penetapan lokasi) 8 hektar lahan yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut Iwan Ridwan, penlokasi tersebut melibatkan 70 bidang tanah, dengan setiap individu memiliki hingga dua bidang tanah.

“Saat ini, kami tengah bersiap untuk melakukan pembayaran Uang Ganti Rugi terkait proyek pembangunan Tol Getaci. Langkah ini merupakan kelanjutan dari proses penlokasi 8 hektar lahan yang telah kami lakukan sebelumnya,” kata Iwan Ridwan.

Dalam prosesnya, Desa Sukasenang telah menerima dukungan dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dalam persiapan dokumentasi dan administrasi yang diperlukan untuk pembayaran UGR ini.

“Kami berharap proses pembayaran UGR ini dapat segera diselesaikan, sehingga proyek pembangunan Tol Getaci dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa segera memanfaatkannya,” tambah Iwan Ridwan.

Iwan juga menegaskan bahwa selama proses penlokasi maupun persiapan pembayaran UGR, tidak ada masalah yang dihadapi oleh Desa Sukasenang. Selain itu, ia juga menyatakan kesiapannya untuk memperbolehkan pembangunan rest area sebagai bagian dari proyek Tol Getaci.***(BNN)

Leave a Response