Kontraktornya Jangan Diakomodir Dulu, Pembangunan Gedung AKD Kecewakan Komisi C DPRD Kabupaten Bandung
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, menyebut kecewa atas proses pembangunan gedung AKD (Alat kelengkapan dewan) senilai Rp 3 miliar lebih.
Pembangunan dengan biaya Rp 3 miliar itu dinilai tidak maksimal dalam pengerjaannya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, H. Yanto Setianto, menyatakan
kekecewaannya saat sidak di lokasi Proyek pengerjaan Pembangunan Gedung AKD.
Ia menilai pengerjaan gedung tersebut tidak sesuai harapan.
“Kita Baru memperhatikan bangunan yang dibangun di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung ini Jauh dari harapan, Cara pengerjaannya pun kemungkinan banyak kesalahan, tidak rapih, matrial yang berserakan di sekitaran proyek”.
Melihat kondisi sperti itu, ia khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti, ada percikan api terjadi kebakaran, atau kendaraan yang lewat terkena tumpukan material yang sudah tidak terpakai.
Karena itu Yanto menekankan, kepada konsultan pengawas untuk benar-benar mengawasi d.an memberikan teguran kepada konsultan. Serta menginfomasikan kepada komisi C DPRD kabupaten Bandung terkait dengan pembangunan “Kalau tidak dipantau bagaimana nantinya”, Katanya dilokasi. Selasa (27/9).
Pihaknya, sudah berkoordinasi dengan bagian barang dan Jasa (Barjas), Agar PT Nabila Abadi, digaris bawahi untuk ditunda dalam tender jangan di akomodir dulu selama masih belum menyelesaikan pekerjaannya” Ucapnya.
Ia menyebutkan, waktu penyelesaian yang ditentukan hanya tinggal menghitung minggu, 7 minggu yang akan Datang sudah serah terima kunci.
Ia berharap 2 minggu ke depan atap bangunan sudah terpasang, seandainya tidak,
“Kami Akan Minta pertanggung jawaban dari PPK, LPSE, juga Semua pihak yang terkait untuk penunjukan PT Nabila Abadi. Ungkapnya.
Ia berharap pihak PT. Nabila Abadi bisa menyelesaikan pengerjaan sesuai dengan kontrak.
Sebelum selesai pembangunan ia meminta pembayarannya jangan dibayarkan dulu.
“Sesuai kesepakatan kami minta pembayaran dilakukan bila pengerjaan sudah selesai.
Pasalnya, sampai sekarang kami baru mendapat 4 persen dari pekerjaannya,” katanya.(akn/bp)





