
83views
Bandung, bandungpos.id — Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan Kota Bandung terus berupaya untuk menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi perempuan.
“Kita mencoba untuk merefleksikan perjuangan ibu dalam konteks kekinian yakni emansipasi, regulasi juga sudah ada yang mengatur tentang itu. Adanya penyetaraan hak dalam berbagai bidang untuk mengisi pembangunan. Contohnya kuota perempuan di kursi-kursi legislatif,” papar Bambang,
dalam Peringatan Hari Ibu di Taman Dewi Sartika, Senin (18/12/2023).
Perlu diketahui, Hari Ibu biasa diperingati pada 22 Desember.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati menyebutkan, dalam kesempatan ini ada tiga kelurahan yang mendapatkan penghargaan ramah perempuan dan peduli anak, yaitu Kelurahan Maleer, Cikawao, dan Cigending.
“Kami melihat dalam satu tahun ini di ketiga wilayah tersebut tidak ada tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ada juga yang kasusnya paling sedikit,” ungkap Uum.
Beberapa upaya yang telah dilakukan Pemkot Bandung untuk melindungi dan memenuhi hak perempuan antara lain, dengan memberikan penghargaan kepada kader yang telah 30 tahun mengabdi, peningkatan kapasitas untuk organisasi wanita Kota Bandung, kegiatan sosial dengan memberikan bantuan sembako, dan modal usaha untuk perempuan kepala keluarga.
“Untuk modal usaha ini, kami bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung memberikan sebesar Rp50 juta untuk 28 perempuan kepala keluarga,” jelasnya.
Selain itu, DP3A juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk mengadakan Pasar Murah guna membantu perempuan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
“Peringatan Hari Ibu tingkat Kota Bandung tahun ini merupakan salah satu komitmen Pemkot Bandung sebagai ungkapan sayangnya kepada perempuan di Kota Bandung,” kata Uum.
Sementara itu, Pj Ketua TP PKK Kota Bandung, Linda Nurani Hapsah menuturkan, peringatan Hari Ibu bukan hanya sebagai momen formalitas, tapi ada pemaknaan yang mendalam dan berarti bagi pembangunan bangsa Indonesia.
“Terutama dalam mewujudkan pembangunan yang berkesetaraan dan keadilan gender mampu membuat perempuan terus mencintai dirinya dan mengembangkan daya cita dan kreativitas tanpa batas,” tutur Linda.
Ia berharap, melalui momentum ini, masyarakat Kota Bandung bisa meneruskan warisan nilai luhur dan semangat yang terkandung dalam perjuangan perempuan terutama untuk generasi muda.*
add a comment





