
Oleh Kin Sanubary
Kolom Media Lawas kali ini membaca majalah lawas dan mengulas salah satu majalah umum pilihan pembaca era tahun 70-an, lebih dari 50 tahun silam yaitu Majalah Violeta.
Majalah Violeta mempunyai slogan “Menyokong Kehidupan Pendidikan, Kebudayaan dan Hiburan” terbit dari Jakarta dan beredar luas di seluruh Indonesia dengan harga eceran Rp 100.
Sampul muka majalah Violeta terbitan Maret 1973 menampilkan sosok cantik yang sering tampil di layar kaca dan dunia hiburan tanah air yaitu Henny Purwonegoro. Pemirsa televisi, TVRI ketika itu memanggilnya Kak Henny.
Henny Purwonegoro lahir di Jakarta, 10 November 1947. Bernama lengkap Henriette Louise Purwaningsih Purwonegoro, blasteran Jawa dari ayah dan ibunya Jerman-Prancis. Kak Henny merupakan alumni Akademi Bahasa Asing (ABA) jurusan Bahasa Jerman angkatan tahun 1972 dan dipercaya sebagai Humas Papiko (Persatuan Artis Ibukota) yang dipimpin oleh artis serba bisa Titiek Puspa.
Kak Henny pernah menjadi drummer band wanita The Singers dan dikenal sebagai pembawa acara televisi bersama Kak Seto Mulyadi untuk acara Aneka Ria Anak-Anak yang hadir di TVRI.
Sebagai sampul halaman belakang (back cover) Majalah Violeta kali ini menampilkan wajah cantik seorang pendatang baru, yang masih berusia muda belia Rini S. Bono, berusia 17 tahun. Bernama lengkap Raden Ayu Sri Sudarini merupakan putri dari aktor terkenal era tahun 60-70an S. Bono.
Rini kelahiran 20 Agustus 1956, menekuni dunia model dan siap terjun ke layar lebar meramaikan dunia perfilman Indonesia. Kelak Rini S Bono menjadi bintang film terkenal dan bersuamikan rocker legendaris tanah air, Achmad Albar vokalis grup band Godbless.
Noeke Affandi, tampil sebagai poster Majalah Violeta edisi Maret 1973. Noeke Affandi dikenal sebagai penyanyi, foto model dan pemain film. Nama lengkapnya Raden Ayu Noeke Affandi kelahiran 20 April 1957, wajahnya cantik mirip gadis keturunan Arab. Kendati demikian Noeke dilahirkan dari perpaduan bapak asal Palembang dan ibu berdarah Sunda.
Sedangkan Vivi Sumanti lahir di Manado, 18 Maret 1953 bernama lengkap Viviene Margaretha Tendean Sumanti. Vivi terkenal sebagai penyanyi top era tahun 70-an.
Dalam daftar penyanyi pop terkenal Indonesia, Vivi paling banyak diliput media massa era tahun 70-an karena sering berganti pasangan, majalah dan surat kabar banyak memberitakan love affair Vivi.
Kemunculan penyanyi yang berasal dari Banyuwangi ini cukup meramaikan blantika musik tanah air. Emillia Contessa bagaikan roket dan telah mendesak penyanyi-penyanyi lain untuk saling bersaing ketat.
Para penyanyi yang sudah terkenal lebih dahulu seperti Ida Royani dan Laily Djunaedi menilai, kehadiran Emil memotivasi mereka untuk berkarya dan tampil lebih baik.
Kelompok lawak Kwartet Jaya yang terdiri dari Ateng, Iskak, Eddy Sud dan Bing Slamet bagi masyarakat Indonesia sudah tak asing lagi karena selalu tampil di layar TVRI sebagai penghibur dan pengocok perut dengan lawakan- lawakannya yang segar, lucu dan banyak mengundang tawa.
Dari mancanegara, film Last Tango in Paris yang dibintangi oleh Marlon Brando dan Maria Scheneider kena sensor di berbagai negara dan film tersebut ditarik dari peredaran.
Film karya sutradara Italia Bernardo Bertolucci itu menghebohkan New York, Paris dan Bologna juga di seluruh dunia karena film tersebut berbau “pornografi”.
Film Indonesia yang mengisahkan perjuangan Pangeran Diponegoro produksi Penas dan Kodam VII Diponegoro mulai diputar di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia.
Film Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong diberitakan akan diikutsertakan dalam Festival Film Indonesia (FFl) dan Festival Film Asia (FFA) di Singapura. Film ini disutradarai oleh Lilik Sujio berdasarkan skenario Bagong Kusudiardjo dan Sofyan Sharna. dengan aktor Ratno Timoer sebagai Pangeran Diponegoro. Kusno Sujarwadi, Iman Sutrisno, Wijaya dan wajah baru Puji Asri yang berperan sebagai istri Pangeran Diponegoro.
Liputan dari dunia musik menurunkan Top Hits~ Mancanegara : Slade ~ Take Me Back Come• Hearts of Soul ~ It’s Great Fun . Untuk Pop Indonesia Lilis Suryani: ~ Sayur Asem Band 4 Nada :~ Kisah Hidupku – • Mus Mulyadi:~ Aku Yang Kau Tinggalkan~ Tangis di Akhir Tahun.
Ada laporan Jambore band dan vokal grup se-Indonesia yang berlangsung 31 Desember 1972 di Senayan, Jakarta. Menampilkan grup band top Indonesia, antara lain: Koes Plus, Panbers, The Mercy’s dan Favourites Group. Pertunjukan ini menyambut tahun baru 1973. Acara ini menandai band-band yang tengah menguasai dunia musik Pop Indonesia.
Rubrik rutin yang tampil di Majalah Violeta yaitu : Cerita Pendek dan Horoskop : Hidup, Karir dan Cinta.
Cerpen : ~ Setan-Setan Di atas Perempuan karya Abdullah Harahap ~ Harimau Jahanam karya M.Ali S ~ Catatan Terakhir karya Janie Wurjandari ~ Serial Wiro Sableng 212 dalam kisah Petaka Pek Liong Kiam karya Bastian Tito.
Semoga dengan membuka dan membaca kembali majalah lawas Violeta bisa mengingat kembali para pesohor Djaman Doeloe yang sempat meramaikan dunia hiburan.*
* Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, pemenang Penghargaan PWI Jawa Barat 2023 kategori pelestari media massa nasional, bermukim di Tanjungwangi, Kabupaten Subangt, Jawa Barat.





