Kolom Mahasiswa

Mengapa Imigran Rohingya Tak Disukai?

145views

 

Oleh  Muhamad Agung Arlan Kurniawan

Para imigran Rohingya tiba kembali di negeri Aceh, Hal tersebut menjadi perdebatan publik terutama dari masyarakat Aceh itu sendiri karena kehadiran mereka menjadi momok menakutkan bagi masyarakat sekitar.

Pertama kalinya etnis Rohingya datang pada tahun 2016. Jumlah warga Rohingya yang mengungsi ke Indonesia  897 orang. Setahun berikutnya jumlah tersebut meningkat menjadi 959 orang.

Lalu gelombang kedatangan 1.478 imigran pengungsi Rohingya yang mendarat di sejumlah pantai Provinsi Aceh sejak pertengahan November 2023 menjadi polemik. Masyarakat Aceh banyak yang melakukan penolakan dan meminta pemerintah lekas bertindak.

Alasan imigran Rohingya

Etnis Rohingya mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pemerintahan Myanmar. Mereka melarikan diri dan mengungsi ke negara-negara tetangga, termasuk ke Indonesia. Namun di sisi lain, Indonesia belum menjadi negara pihak Konvensi 1951 dan Protokol 1967 tentang Pengungsi.

Orang UNHCR bekerja bersama dan berkoordinasi dengan pihak berwenang, para mitra, LSM, dan aktor kemanusiaan di lapangan untuk memastikan para pengungsi memperoleh perlindungan dan kebutuhan dasar mereka (termasuk makanan, air minum, air bersih, pelayanan medis dan tempat tinggal) terpenuhi.

Sifat Asli Rohingya

Sifat asli Rohingya terlihat ketika beberapa bantuan yang diberikan oleh Indonesia dibuang sia-sia.  Mereka protes karena makanan yang diberikan terlalu sedikit bagi mereka. Sikap yang mereka lakukan seperti tidak tahu terima kasih kepada masyarakat yang memberikan bantuannya.

Sekarang yang ditakutkan bagi masyarakat Aceh perbuatan imigran Rohingya mengambil wilayah seperti Israel kepada Palestine. Mereka singgah lalu berperilaku seenaknya dan menguasai wilayah sekitar Aceh untuk dijadikan tempat tinggal mereka.*

* Agung, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, bermukim di  Ciumbuleuit, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response