
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Hasil Babak Kualifikasi cabor angkat berat sungguh luar biasa. Meski disisi lain ada upaya keras bahwa keberhasilan ini bukan merupakan suatu beban. Perolehan 9 medali emas saat di BK tentu saja telah melampaui hasil d PON Papua.
“Mempertahankan perolehan 9 medali emas tentu saja berat. Tapi kami akan berusaha maksimal untuk emmeneuhi target emas yang dibebankan KONI Jabar yaitu 8 emas. Saat ini untuk sementara anak-anak sebagian ada yang berlatih didaerahnya masing-masing, tapi ada juga yang ditangani di GOR Pabersi di Komplek GOR Pajajaran Bandung,” ujar pelatih angkat berat Jabar Usdi Permana, Rabu (3/1/2024) di Bandung.
Beberapa atlet angkat berat unggulan yang diprediks meraih medali emas di PON XXI/2024 di Sumut dan Aceh ditangani langsung oleh Usdi, meski menurutnya menu makan sehari-hari cukup sederhana.
Lantaran itu disisi lain Usdi memang agak was-was dengan kondisi atletnya sendiri bahkan menurutnya ada beberapa atletnya mengalami penurunan berat badan, dan ini efek dari menu makan yang kurang memadai.
“Merebut kembali 9 emas di PON tahun depan adalah merupakan tantangan bagi kami oleh karena itu kami belatih keras. Kami tak terpengaruh oleh banyak hari libur sekarang ini,” ujar Usdi.
Usdi mengatakan, hasil BK menghasilkan semua atlet angkat berat lolos ke PON XXI dengan memperoleh medali 9 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Atlet angkat berat Jabar semuanya tampil di 15 nomor, masing-masing menampilkan 7 atlet putri dan 8 atlet putra
“Kita kalah diberat badan. Oleh karena itu potensinya memperoleh perak atau perunggu. Soal apakah 9 medali emas bakal kembali direbut di PON tahun depan, sekali lagi saya katakan sangat berat, mengingat provinsi lain juga mengincar perolehan yang sama,” ujar Usdi
Menurut Usdi, kewaaspadaan adalah hal yang paling penting. Jangan lengah sedikitpun. Antisipsi juga hal-hal yang sifatnya non teknis dari tuan rumah.
Adapun harapan untuk KONI Jabar Usdi mengatakan, seperti PON yang lalu, selain makan dan masak sendiri ditambah suplemen serta cepatnya sentralisasi, adalah hal-hal yang diharapkan cabor angkat berat dari KONI Jabar.
“Sebab untuk mempertahankan prestasi itu, faktor menu makanan dan supelemen memegang peran yang angat penting juga,” ujar Usdi .
Semangat Asep Nurdin
Dikesempatan yang sama, salah seorang atlet angkat berat Jabar, Asep Nurdin yang sudah 3 kali tampil di PON, masing-masing PON Jabar 2016, PON Papua 2021 dan PON Sumut Aceh tahun depan mengutarakan ambisinya bahwa PON tahun depan harus mampu merebut 3 emas, setelah pada PON Papua, Asep memperoleh 2 emas.
Asep tampil di kelas 120 kg + memprediksi bahwa calon lawannya nanti adalah anak-anak muda, sementara Asep mengaku dirinya sudah senior. Meski demikian Asep tak gentar melawan mereka.
“Sewaktu di PON Papua saya melihat perkembangan atlet muda angkat berat sangat pesat, misalnya atlet dari Jambi yang mayoritas muka baru dan muda-muda. Tapi saya tak gentar karena saya punya jam terbang,” ujar Asep Nurdin.
Asep bertekad selagi mampu akan terus menekuni cabor angkat berat. Karena bagi Asep cabor ini sudah mendarah daging, sekaligus kiprahnya dalam mengarungi masa depan.
“Selagi mampu dan Allah memberi saya kesehatan, saya akan terus tekuni cabor ini. Jadi setelah PON tahun depan beres, kalau saya masih mampu dan terpilih, saya siap tampil lagi di PON berikutnya,” tutur Asep.
Untuk KONI Jabar Asep berharap bisa memberi perhatian lebih kedepannya, karena saat ini adalah saat-saat yang berat dalam persiapan cabor angkat berat ke PON.
“KONI Jabar sekarang kan mengejar target hattrick, mudah-mudahan cabor angkat berat bisa memberi kontribusi dalam bentuk porolehan medali,” ujar Asep. (den)





