Uncategorized

Pegiat Literasi Curhat Kurang Buku Bermutu di Sulsel

Pegiat Literasi Curhat Kurang Buku Bermutu di Sulse

186views

 

Sulawesi Selatan, BANDUNGPOS.ID: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, kembali menggelar Roadshow Kegemaran Membaca dan Literasi di Kab. Takalar yang dipusatkan di Pantai Wisata Tope Jawa, Sabtu 27 Mei 2023. Roadshow Kegemaran Membaca yang dibuka Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel diwakili Kabid Perpustakaan, Yulianto, S.Sos.M.M. diikuti ratusan pegiat literasi dari berbagai kecamatan di Kab. Takalar. Dan, Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma didapuk menjadi pembicara pertama dengan Tema” Revolusi Mental dan Budaya Baca Masyarakat”, moderator Pustakawan Sulsel, Aslinda.

Menurut BAK, tak ada pendidikan yang berkualitas tanpa adanya iklim dan kondisi budaya membaca yang tinggi di masyarakat. Selain karena ukuran keberhasilan pendidikan adalah sejauhmana siswa-siswi, guru-guru dan masyarakat memiliki kemampuan melek baca dan menulis yang tinggi juga perlu dukungan masyarakat. Jadi, lanjut Penulis dan Pembicara ini, jangan heran kalau pendidikan kita belum maju karena akar pendidikan kita belumlah menjadi paltron utama dari keberhasilan ukuran pendidikan yaitu kemampuan membaca dan menulis. Padahal kata Bachtiar, Indonesia adalah pemilik perpustakaan terbanyak nomor dua di dunia setelah India, Rusia dan Tiongkok, namun masyarakatnya masih saja malas membaca” kata Ketua Umum Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI.

Karena itu, Bachtiar menggugat pustakawan dan guru-guru agar menulis buku, minimal satu guru dan satu pustakawan satu buku. Karena hanya dengan mendorong para pustakawan dan guru menulis buku bisa menjadi jalan keluar kurangnya akses buku-buku bermutu di tengah masyarakat.Karena itu, jangan heran kata Bachtiar kalau setiap bertemu pustakawan dan guru-guru, keluhannya rata-rata kekurangan buku bergenre sastra dan life skill di perpustakaan. Nah, jalan keluarnya agar bisa keluar dari darurat akses buku bermutu hanya dengan mendorong terus menerus pustakawan dan guru menulis buku.Padahal kata Bachtiar, menulis semudah membaca atau sebaliknya membaca semudah menulis. “ Saya berharap para guru dan pustakawan Kab. Takalar mulai begerak menulis buku dengan pembimbingan khusus yang saya akan pimpin”.

Bachtar juga menyerahkan sejumlah buku kepada peserta di antaranya buku Ayo Membangun Desa karya Dr.H.M. Amir Uskara, Mendekap Maros H.A.S. Chaidir Syam, S.IP.M.M., Menjaga Warisan Peradaban Dunia karya Andi Muhammad Irfan AB dan Iksan Iskandar Sang Surya di Butta Turatea.

Sementara itu, Ketua Perpustakaan Desa Pakalawaki Pustaka Takalar, Damar Rahmat mengakui kalau ceramah inspirating Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma membuka peluang dengan membaca dan menulis untuk sejahtera. “Dengan menyimak ceramah Pak Bachtiar rasanya seperti diberi asupan makanan yang lezat, menulis dan membaca adalah peluang mengubah jalan hidup” aku Damar Rahmat.** (RM/BP)

Leave a Response