Pemdes Licin Siapkan Anggaran Desa Sebesar 102 Juta untuk Membuat Saluran Pembuangan Air Ekses Jalan Tol
Sumedang, BANDUNGPOS.ID: Imbas dibukanya gerbang tol Cimalaka yang hampir seluruhnya berada di wilayah Desa Licin, dikhawatirkan memberikan efek negatif bagi warga masyarakat. Alih-alih mendapatkan untung malah jadi buah simalakama. Apalagi prasarana jalan pendukung keluar masuk tol masih menggunakan jalan kabupaten yang notabene ukuran lebarnya tidak sesuai peruntukan layak Gerbang Tol Otomatis (GTO). Akibatnya selain kemacetan kerap terjadi, banjir besar sering menimpa permukiman warga di area sekitar tol.
Kepala Desa Licin Zulkifli Ridwan SE MM menjelaskan pemerintah desa Licin siap membantu dengan menyediakan anggaran desa untuk pembangunan saluran pembuangan air dari jalan tol agar tidak ke permukiman warga atau ke jalan arteri.
“Saya siapkan anggaran sebesar RP 102 juta dari Anggaran Desa untuk membantu membuat saluran pembuangan yang benar dan baik. Namun saya berharap pihak Perumahan dan Permukiman bersama kontraktor pembangunan jalan tol CKJT, dan Wika yang menutupi kekurangan-kekurangannya,” ujar Zulkifli saat rapat bersama pihak Perkim, CKJT dan PT Wika, Kamis 2/2 di ruang rapat Desa Licin.
“GTO Cimalaka seharusnya membawa perubahan ekonomi ke arah yang lebih baik, lebih maju dan terus berkembang. Secara sosial terjadi perubahan perilaku warga masyarakat menjadi lebih baik dan akseptabel, dan dampak negatif ekses pembangunan dapat diminimalisir,” ungkap Zulkifli kepada Bandung Pos biro Sumedang, ditemui seusai rapat.
Sementara itu Asep dari Perkim mengungkapkan kesiapannya mengakomodir keinginan warga Licin tersebut. Namun Asep tidak bisa mengatakan berapa jumlah biaya dari Perkim untuk anggaran membuat saluran pembuangan air.
“Pada dasarnya Perkim siap bantu. Kami akan tindaklanjuti keinginan warga itu dengan menyampaikan ke atasan kami. Karena pada hakekatnya yang mengambil keputusan adalah atasan. Mudah mudahan berhasil,” katanya.
Sedangkan dari dari pihak pengelola jalan tol CKJT dan kontraktor pembangunan PT Wika menyatakan kesiapannya membantu.
“Kami siap bantu namun menunggu keputusan pimpinan. Kami ini hanya petugas yang diutus mewakili perusahaan mengikuti rapat gabungan ini. Tentu saja semua hasil keputusan rapat ini akan disampaikan ke pimpinan,” ujar Adiwijaya dari CKJT.
Senada Adiwijaya, pihak kontraktor pembangunan PT Wika yang diwakili Tomy menyatakan kesiapannya membantu. Namun Tomy menunggu keputusan dari CKJT.
“Saya sih siap saja. Namun posisi kami menunggu apa keputusan dari CKJT. Kalau dari CKJT anggarannya sudah turun, PT Wika juga siap,” tegas Tomy.
Kepala Desa Licin Zulkifli Ridwan SE MM menambahkan
banyak warga Licin melihat kemacetan arus lalulintas mulai perempatan Cimalaka (patung tentara harimau/masjid besar Cimalaka), selain akses jalan keluar masuk tol kecil, hal itu diperparah banjir bandang akibat saluran pembuangan air yang belum dibuat secara baik.
“Saya berharap anggaran desa yang kami keluarkan untuk pembuatan saluran pembuangan air dari jalan tol ini tidak sia sia. Anggaran desa ini sifatnya hanya membantu saja. Selebihnya harus ditanggulangi pihak Perkim, CKJT dan Wika,” tegasnya. (Koes/BP).





