Metro Bandung

Pemkot Bandung Bentuk Satgas PPKBPS

43views
Bandung, bandungpos.id — Akselerasi tren positif pengelolaan dan pengolahan sampah di sumber pasca masa darurat sampah Kota Bandung berakhir, Pemkot Bandung membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penerapan Kebiasaan Baru Pengelolaan Sampah (PPKBPS).
Hal tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Bandung Nomor: 658.1/Kep.067-DLH/2024 Tanggal 12 Januari 2024.
Sekretaris Daerah Kota Bandung selaku Ketua Harian Satgas Percepatan Penerapan Kebiasaan Baru Pengelolaan Sampah, Ema Sumarna mengatakan, setelah lepas dari masa darurat sampah, perlu ada keberlanjutan, sehingga kini kembali dibentuk Satgas Percepatan Pengelolaan Sampah.
“Kebiasaan baru dan keberlanjutan pengolahan sampah adalah keniscayaan. Bagaimana kita terus intens dan kontinyu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghadirkan perilaku terbarukan pengelolaan sampah,” kata Ema saat memimpin Rapat Pleno Satgas Percepatan Penerapan Kebiasaan Baru Pengelolaan Sampah di Balai Kota Bandung, Kamis 1 Februari 2024.
Agar berproses menuju lebih baik, Ema menyebut perubahan positif yang dihasilkan dari adaptasi kebiasaan baru pengelolaan sampah pada masa darurat tersebut perlu terus ditingkatkan.
Saat ini, volume sampah harian Kota Bandung yang dikirim ke TPA Sarimukti berkurang, dari yang awalnya sekitar 1.300 ton menjadi sekitar 900 ton.
“Walaupun tidak secepat yang diharapkan, progres tetap ada. Intinya jangan pernah berpikir penanganan sampah kembali ke masa lalu. Harus ada keberlanjutan untuk mewujudkan Bandung zero waste city,” ujarnya.
“Dengan adanya Satgas ini, mudah-mudahan kita punya pengalaman. Tinggal melanjutkan, Pemkot juga terus bergerak dengan optimal,” imbuhnys.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi memaparkan ritasi sampah kota Bandung ke Sarimukti terjadi fluktuasi dengan rata-rata 178 rit perhari atau 974 ton per hari dengan sisa kuota 3168 rit.
Ia menyebut sering terjadi antrean di TPA Sarimukti yang mengakibatkan banyak kendaraan yang menginap dan berdampak pada penumpukan di TPS.
“Kendala tersebut berimbas pada TPS. Dari 255 TPS, ada 13 TPS yang perlu pengangkutan intensif dan perlu penambahan 1-3 tronton untuk menyelesaikan pengangkutan,” ujar dia.
Pengurangan sampah di sumber tersebut, dari 9 kluster pengelolaan sampah sudah dapat mengolah lebih dari 59,76 ton sampah.
“Sementara penambahan sebanyak 95 RW KBS atau 40 persen selama periode situasi darurat sampah hingga awal Januari 2024. Dengan penambahan sampah terolah di sumber sebanyak 9,50 ton/hari,” katanya.*

 

Leave a Response