Daerah

Petani Menjerit, Garut  Mengalami Kelangkaan Pupuk

Petani Menjerit, Garut  Mengalami Kelangkaan Pupuk

164views

Garut, BANDUNGPOS.ID : Tantan Asmara, Kepala Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, keluhkan kelangkaan pupuk subsidi untuk para Petani khususnya di Kecamatan Cibatu. Baru baru ini pun terdengar kabar, di Kecamatan Cibatu, beredar isu dengan kelangkaan pupuk subsidi.

” Ya masalah kelangkaan pupuk subsidi untuk para petani khususnya di Cibatu sangat memprihatinkan, adanya program dari kementrian pertanian, juga dengan adanya kartu tani itu bukan untuk memakmurkan petani, malah susah mendapatkan pupuk,” Ujar Tantan Asmara yang juga selaku Ketua Apdesi Kecamatan Cibatu padada wartawan.

Menurutnya, meskipun dengan dalih itu hanya subsidi untuk para petani yang mempunyai kartu tani kenyataan munculnya kartu tani ini adalah menjadi kelangkaan pupuk yang beredar di kecamatan cibatu. “Kami memohon kepada Pak mentri maupun Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat maupun Dinas Pertanian Kabupaten Garut termasuk UPT yang ada di kecamatan-kecamatan terutama di Kecamatan Cibatu harus bisa memperjuangkan bagaimana petani agar bisa membeli pupuk,”ungkapnya.

Masih tutur Tantan, saat ini musim tanam petani membutuhkan pupuk, namun fakta di lapangan pupuk susah didapat apalagi yang subsidi. “Sulit didapatkan pukul subsidi, kasian petani saat ini sudah mulai musim tanam,”katanya.

Tantan menyebut, pupuk yang sulit dan langka yaitu pupuk buat pertanian yakni pupuk guriat set’a NPK itu susah untuk para petani.

“Saya minta tindakan untuk para pejabat daerah yang ada di tingkat provinsi maupun Kabupaten Garut bagaimana ini untuk para petani agar pupuk itu ada,”katanya penuh harap.

Tantan menyatakan kalau tidak ada terus dan sulit didapatkan, dirinya akan bergerak ke Dinas Pertanian Kabupaten Garut untuk menanyakan terkait  sulitnya para petani mendapatkan pupuk subsidi.

“Saya akan bergerak meminta kepada dinas terkait dengan keadaan langkanya pupuk untuk para petani,”pungkasnya.**(rm/bp)

 

 

Leave a Response