
KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID.
Kita harus profesional, netral, tidak mengintimidasi, justru harus menciptakan kondisi yang aman, kita harus persiapan terbaik untuk menghadapi situasi terburuk, saat terjati perselisihan atau kerusuhan, teman-teman harus bisa meredakan.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Bandung Kombes Pol. Kusworo Wobowo kepada media, usai apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan pemilu 2024 tahapan pungut dan hitung suara di wilayah hukum Polresta Bandung, berlangsung di Doom Balerame Soreang (12/2).

Lebih lanjut Kusworo menjelaskan, “Adapun Personil TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu 2024 ini berjumlah 2.362 orang personil, yang terdiri dari 1.331 orang personil Polresta Bandung, 423 orang personil BKO Polda, 498 orang personil Kodim 0624/Kab Bandung dan BKO Yon Zipur 110 orang personil”, uarnya.
Untuk bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif, dikatakan Kapolresta para personil harus memiliki wibawa, “Teman-teman harus terlihat wibawa, harus memiliki marwah, harus memiliki rasa yang disegani, salah satunya dengan menjaga penampilan kita,” tegas Kusworo.
Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakiii Sekda Cakra Amiyana dalam sambutanya menjelaskan, pengamanan pemilu merupakan tugas yang amat penting demi terwujudnya pesta demokrasi yang aman, jujur dan adil
“Tentu agenda ini menjadi bukti konkret dari keseriusan kita didalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses demokrasi berlangsung,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan tugas pengamanan ini, Cakra menghimbau untuk menjaga sikap profesional, netralitas dan profesionalisme, dan memahami bahwa tugas ini adalah tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Pemilu yang damai dan berintegritas, pungkasnya. (Id/bnn)





