Bandung RayaKesehatan

Saat Diresmikan, Satu Meter Dari Pita Peresmian RSUD Bedas Cimaung Terlihat Keramiknya Rusak

246views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS. ID – Saya tidak mau mendengar ada rumah sakit maupun Puskesmas yang menolak pasien yang akan  berobat gara-gara tidak  punya uang. Yang paling penting bagaimana menyelamatkan nyawa masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung HM Dadang Suprtiatna pada peresmian Gedung RSUD Bedas Cimaung, Kampung Cibana, Desa Cikalong, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Selasa (14/03).

Selanjutnya ia berkomitmen untuk menyelesaikan lima (5) rumah sakit di Kabupaten Bandung lainnya.

“Insya Allah tahun ini ada tiga (3) rumah sakit lagi akan dibangun. Walaupun program lima (5) tahun tetapi saya akan menyelesaikan dalam kurun waktu dua (2) tahun pembangunan lima (5) rumah sakit tersebut tentunya dengan kerjasama dengan berbagai pihak,” ujarnya

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung  Marlan menyebutkan ketersediaan tempat tidur di Kabupaten Bandung tahun 2022 sebanyak 1881 tempat tidur. Rasio tempat tidur 6 dibanding penduduk di Kabupaten Bandung yaitu 1.881 tempat 66 tidur dengan jumlah penduduk 3.623.790 jiwa atau sekira 0,52 tempat tidur per 1000 penduduk.

“Kondisi tersebut masih jauh dari nilai ideal yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 1 tempat tidur untuk 1.000 penduduk,” imbuhnya.

Marlan menjelaskan, RSUD BEDAS Cimaung  sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan rujukan ini memiliki kapasitas 50 tempat tidur, dengan memiliki 12 unit pelayanan kesehatan, meliputi pelayanan UGD, pelayanan ponek (pelayanan obstetrik neonatus emergency komprehensif), pelayanan kesehatan ibu dan anak meliputi pelayanan spesialistik obgyn (obstetri dan gynekologi), pelayanan kesehatan bayi dan anak.

Namun program prioritas Bupati Dadang Supriatna  pembangunan Gedung RSUD Bedas Cimaung ini ditemukan kejanggalan, lantai pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang terpasang pita peresmian, terlihat pemasangan keramik kurang rapi dan tampak jelas keramik yang sudah bolong dan ada keramik yang agka berbeda yang terlihat pemasangannya  asal-asalan.

Salah seorang warga A (46) yang datang ke acara tersebut menyatakan, pembangunan tersebut seolah-olah dipaksakan sehingga hasil dari pengerjaan kurang maksimal kualitasnya. (Id/bp)

Leave a Response