DaerahNasional

Sesar Cugenang  Pemicu Gempa Cianjur 

Sesar Cugenang  Pemicu Gempa Cianjur 

215views

Jakarta, BANDUNGPOS.ID:  Sesar baru bernama  Cugenang ditemukan oleh BMKG sebagai pemicu gempa Cianjur Magnitudo  5,6 pada 21 November 2022 lalu. Keberadaan sesar atau patahan ini akan  menjadi ‘monster’ baru di bawah kaki warga Cianjur, sebab ke depan ada potensi aktif memicu gempa lagi.

“Pemicu gempa Cianjur Magnitudo 5.6 pada 21 November 2022 lalu adalah patahan atau Sesar Cugenang. Ini adalah sesar yang baru teridentifikasi dalam survei yang dilakukan BMKG,” ungkap Dwikorita .

Analisis tersebut terdiri atas focal mechanism dan sebaran titik gempa-gempa susulan, analisis citra satelit dan foto udara, serta survei lapangan secara detail oleh BMKG terhadap pola sebaran dan karakteristik surface rupture (retakan/rekahan permukaan tanah). Termasuk sebaran titik longsor, kelurusan morfologi, dan pola sebaran kerusakan bangunan.

Sesar Cugenang membentang kurang lebih 9 kilometer dan melewati sekitar sembilan desa. Dari wilayah tersebut, delapan desa termasuk Kecamatan Cugenang.

Kedelapan desa itu di antaranya Desa Ciherang, Desa Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, dan Desa Benjot. Sedangkan satu desa Nagrak berada di wilayah Kecamatan Cianjur.

Karena berada dalam sesar aktif, pihak BMKG mengimbau pemerintah setempat melakukan relokasi pemukiman warga. Dwikorita menjelaskan jika terjadi lagi gempa bumi di titik yang sama tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil.

“Karena Sesar Cugenang adalah sesar aktif, maka rentan kembali mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan. Area sepanjang patahan harus dikosongkan dari peruntukkan sebagai permukiman, sehingga jika terjadi gempa bumi kembali di titik yang sama, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil,”jelasnya.

Namun dia menjelaskan wilayah itu bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan. Area sepanjang jalur Sesar Cugenang bisa digunakan untuk pertanian, konservasi, lahan resapan, maupun dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan konsep ruang terbuka tanpa bangunan permanen.

“Poin utamanya, area lintasan Sesar Cugenang terlarang untuk bangunan tempat tinggal maupun bangunan permanen lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur 21 November. Korban meninggal ada 334 orang. **(rm/bp)

Leave a Response