Bandung Raya

Tunggu Aturan FIFA, Menangkap Momen Piala Dunia U-20 Geliatkan UMKM di Kabupaten Bandung

129views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Stadion si Jalak Harupat Kabupaten Bandung ditunjuk FIFA sebagai salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023.

Menjelang Piala Dunia U-20 itu digelar, Pemkab Bandung sendiri telah melakukan berbagai persiapan terutama pembenahan stadion si Jalak Harupat sesuai ketentuan FIFA.

Yang menarik dari penyelenggaraan World Cup U-20 yakni imbasnya bagi Kabupaten Bandung. Salah satunya dari sisi ekonomi yang diharapkan mampu menggeliatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung. Imbas lainnya Kabupaten Bandung sendiri akan terangkat dan dikenal di manca negara. Kemudian dengan diselenggarakannya event ini sedikit banyak akan menjadi suport bagi kemajuan sepak bola, khususnya di Kabupaten Bandung.

Kaitan itu PWI Kabupaten Bandung pada rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 sengaja menangkap momen itu dengan menggelar dialog Piala Dunia U-20 melalui tema “Mampuhkah Menggerakkan UMKM dan Pariwisata?”, Selasa (28/2/2023).

Dalam dialog yang berlangsung di Gedung Sekretariat PWI Kabupaten Bandung-Soreang itu menghadirkan nara sumber, antara lain Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ketua Askab PSSI Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kadispora, Kadisbudpar Kabupaten Bandung serta wartawan senior RRI Bandung Didi Mainaki

Kepala Dispora Kabupaten Bandung Kawaludin, dalam dialognya menyampaikan berbagai persiapan yang sedang dilakukan menjelang Piala Dunia U-20 dimulai. Seperti soal rumput stadion yang pada mulanya tidak ada drainase di bawah tanah, sekarang sudah terpasang. “Jadi ketika hujan besar, air akan cepat terserap,’ katanya.

Namun kata Kawaludin, posisi waktu menjadi tantangan, sehingga dalam waktu terbatas dituntut semua yang dipersyaratkan sudah selesai, on progres dan on the track.

Kawaludin mengatakan, untuk evaluasi progres yang dilakukan baik Kemen PU, Pemda sendiri dengan anggaran bantuan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung secara simultan berjalan.

Nara sumber lain, Didi Mainaki mengatakan, ditunjuknya Kabuparen Bandung sebagai venua piala dunia menjadi kerhormatan dan kebanggaan bagi warga Kabupaten Bandung.

“Kalau standar fifa stadionnya pasti dan pada saatnya sarana yang harus disiapkan bisa selesai. Hanya yang harus digaris bawahi, mampukah meningkatkan UMKM dan Pariwista, jawabannya sangat sulit,” kata wartawan senior RRI Bandung ini.

Menurut Didi–menceritakan pengalamannya ketika meliput Piala Dunia 2018 lalu–saat di Rusia Piala Dunia jadi ajang sangat baik untuk menggerakan ekonomi.

“Di Rusia orang datang pasti membawa oleh-oleh minimal kaos, dimana maskot akan sangat diburu. Saya yakin masyarakat Kab Banduing bisa membuat itu. Kalau penempatan dimana itu teknis,” ujarnya.

Ia mengatakan, ajang piala dunia U-20 tidak akan sebanyak piala dunia senior. Dengan antusias masyarakat begitu besar.

“Jadi masih pesimis, hari ini akan bisa meningkatkan UMKM dan pariwisata. Di lapangan masyarakat tidak banyak yang tahu kapan akan digelar, apalagi tujuan besar menggerakan ekonomi dan UMKM,” katanya.

Ia mengingatkan, tidak hanya di stadion yang menonton, tapi harus ada tempat nobar untuk memasarkan handy craf dan cindera mata.
“Bagaimanapun piala dunia harus dirasakan oleh pelaku UMKM,” ucapnya.

Tunggu Izin FIFA

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dadan, mengatakan, pihaknya saat ini sedang menunggu izin kegiatan apa saja yang bisa diselenggarakan di even ini. “Karena kaitan dengan lisensi dan sponsor, kalau sudah ada izin dari FIFA kita akan lakukan, kalau tidak ada izin akan sulit,” kata Dadan.

Dadan menuturkan, UMKM di Kabupaten Bandung ada 33.000 di seluruh kecamatan dan paling banyak bergerak di kuliner.

Piala Dunia, lanjutnya, menjadi ajang terbaik untuk memasarkan produk UMKM–malahan sebagian besar menjadi produsen untuk ekspor, baik pakaian maupun cindera mata. Ini kesemaptann untuk mengenalkan kembali. Apalagi yang datang tidak hanya masyarakat lokal.

“Kami sangat menunggu dan akan disiapkan yang dibutuhkan, baik fasilitasi pameran, stand, tinggal kita menunggu izin dari FIFA boleh tidak lisensi untuk maskot diproduksi oleh pelaku usaha. Mudah-mudahan, tadi saya sampaikan kita bisa mengenalkan produk UMKM kita di pemasaran. Ini menjadi kesempatan, kalau diizinkan bisa berjualan, omzet akan emningkat,” katanya.(drd/bp)

Leave a Response