Waspadai Gempa Megathrust 9.1 SR di Selatan Pulau Jawa
Waspadai Gempa Megathrust 9.1 SR di Selatan Pulau Jawa

Daereah yang perlu di waspadi Ditaranya Lebak (Banten) Sukabumi, Cianjur(Jabar), Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul (DIY) dan Pacitan (Jatim) .
Jakarta, BANDUNGPOS.ID: Rentetan gempa yang melanda Indonesia belakangan ini membuat masyarakat semakin khawatir. Terlebih lagi mendengar kabar dari para ilmuwan tentang gempa megathrust yang diramalkan akan terjadi. Abdul Muhari selaku Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kegempaan BNPB menjelaskan mengenai kemungkinan gempa megathrust yang akan melanda wilayah Indonesia.
Ia menjelaskan mengenai gempa megathrust yang pernah terjadi pada wilayah Aceh lalu. Gempa tersebut mengguncangkan tanah rencong dengan kekuatan 9,1 SR yang kemudian diikuti dengan bencana tsunami yang meluluhlantakkan daerah tersebut.
Abdul Muhari mengilustrasikan mengenai megathrust yang merupakan sebuah kuncian pada zona lempeng laut yang menghujam ke bawah zona lempeng darat yang terus bergerak karena adanya magma di bawahnya.
Namun pergerakan magma dibawa zona laut tersebut tidak sama ada kuncian yang menahannya, sehingga jika kuncian tersebut tidak dapat menahan maka akan terlepas. Para ilmuwan pun telah memetakan zona megathrust di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki periode ulangnya masing-masing. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah kurangnya data sehingga lebih sulit menentukan kapan bencana tersebut terjadi. Ia menyebutkan bahwa gempa bumi megathrust dihitung dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) yang mengatakan bahwa gempa bumi di Selatan Jawa diprediksi setiap 400 tahun.
Meskipun para peneliti mengetahui prediksi aktivitas kegempaan tersebut, namun hingga saat ini mereka belum dapat mengestimasi kapan gempa megathrust kembali terjadi.
Sejarah menyebutkan bahwa gempa bumi megathrust yang terakhir mengguncang selatan Jawa terjadi pada tahun 1818.

“Dia bisa sampai itu dengan pereda akumulasi energi 400 tahun, sedangkan kita masih punya catatan sejarah terakhir di 1818, kita belum punya nih yang crossing sampai 400 tahun, jadi kita nggak tau nih ini terakhir, ini terjadinya kapan, sehingga kita masih belum bisa menentukan ini kira-kira berapa puluh tahun lagi dia akan mengulang dengan kekuatan 8,8 hingga 9,” papar Abdul Muhari di chanal YouTube BNPB Indonesia.
Abdul juga menambahkan bahwa di laut selatan Jawa terdapat dua segmen megathrust yang berada pada barat dan juga timur. Masing-masing segmen tersebut jika yang timur pecah maka akan terjadi gempa megathust dengan kekuatan 8,9 SR dan jika barat pecah maka akan terjadi gemla dengan kekuatan 8,8 SR. Namun dari semua itu yang mengerikan adalah saat keduanya pecah bersamaan, maka akan terjadi gempa 9,1 SR. Daerah yang harus diwaspadai diantaranya Lebak (Banten) Sukabumi, Cianjur(Jabar), Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul (DIY) dan Pacitan (Jatim) .***(rm/bp)





