Kolom Mahasiswa
Oleh Ilhamsyah M.
TREN mobil listrik ramai menjadi bahan perbincangan baik di media sosial maupun berita otomotif lainnya.
Di tengah tren penggunaan kendaraan yang diklaim dapat mengurangi gas karbon, dan menjadi kendaraan yang ramah lingkungan, mobil listrik menjadi pusat perhatian masyarakat ketika peluncurannmobil Tesla pada pameran GIIAS 2020 di Jakarta.
Pemerintah pun saat ini mulai menggecarkan penggunaan mobil listrik. Program tersebut bertujuan untuk mengurangi impor bbm dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
Pemanfaatan kendaraan listrik ditargetkan dapat meningkat secara signifikan dan pada 2060 Indonesia menjadi net zero emission.
Di negara lain, dikutip dari data World Economic Forum, jumlah pengguna mobil listrik terbanyak di dunia berada di negara Norwegia dengan 81%, dan Islandia dengan jumlah pengguna mobil listrik sebesar 36,8%.
Sedangkan di Indonesia cenderung hanya sedikit pengguna mobil listrik yaitu 10%, berbanding terbalik dengan negara lain yang mulai menerapkan kendaraan listrik menjadi kendaraan sehari-hari.
Mobil listrik dibekali fitur-ftur yang dapat memudahkan bagi penggunanya, seperti dapat terkoneksi dengan smartphone, memilki bagasi yang luas, dilengkapi USB charging port, electric power window, tlhead unit yang lebar untuk memudahkan pengendara dalam mengakses berbagai informasi, dan dilengkapi smart start system.
Juga fitur keselamatan seperti airbag di setiap titik, line keeping assist, dan pada sektor pengereman mobil listrik dilengkapi antilock bracking system (ABS).
Efisiensi dalam mobil listrik dapat dirasakan oleh pengendara.
Ada beberapa keuntungan ketika menggunakan mobil listrik, seperti bebas dari gas karbondioksida serta ramah lingkungan, konsumsi baterai jauh lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional, dan pada saat ini telah tersedia SPKLU di kota-kota besar serta pada rest area.
Hal ini dapat mempermudah bagi pengguna mobil listrik jika baterai dari mobil listrik tersebut lemah dan berada jauh dari rumah.
Saat ini harga dari mobil listrik terbilang cukup tinggi, berkisar Rp 500 sampai 800 juta.
Namun pemerintah sedang berupaya untuk mengefisiensikan pajak mobil listrik agar lebih murah, dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
Selain itu sudah ada beberapa produsen yang telah memproduksi serta menjual mobil listrik dengan harga yang terjangkau, sehingga masyarakat bisa memiliki dan merasakan mobil listrik. ***
* lhamsyah Maulana, mahasiswa Ilmu komunikas.Universitas Pasundan, penikmat otomotif, tinggal di Bandung.





